RADAR JOGJA – Pada umumnya, pelukis menggunakan kuas untuk menggoreskan cat di atas kanvas. Yundhi Prayitno punya cara khusus. Dia melukis menggunakan balon sebagai ganti kuas.

Masuk ke ruang pameran di Limanjawi, tampak tiap sisi dinding dipenuhi lukisan berukuran besar. Pameran yang akan dilangsungkan sampai 5 Januari 2010 ini mengusung seni abstrak sebagai tema besar. Di tengah-tengah ruangan terdapat seni instalasi berupa replika korek yang habis terbakar dengan berukuran besar.

Dari sekian banyak lukisan, ada satu lukisan yang diberi judul Berkembang. Setidaknya, ada tiga lukisan dengan judul yang sama terpajang di sisi sebelah kiri pintu masuk.

Lukisan itu dibuat oleh Yundhi Prayitno. ”Awalnya spontan saja, mencari teknik yang jarang dilakukan. Saya mencoba dengan balon,” jelasnya.

Balon itu ditiup. Dikembangkan dengan udara. Lantas, balon yang telah ditiup itu dicelupkan ke tinta sehingga membentuk cap bulatan-bulatan.

Ternyata, pola-pola ini terinspirasi dari batik. ”Kebetulan saya senang dengan batik. Terinspirasi dari batik itu, bisa tertuang dalam teknik yang saya lakukan di sini,” jelasnya.

Meski teknik ini terbilang sederhana, ternyata bukan hal mudah memadupadankan satu warga dengan warna lainnya. Jika tidak terlatih mengolah warna, hasilnya tidak akan indah dipandang. Selain itu, meletakkan komposisinya menjadi tantangan tersendiri.

”Dari beberapa warna saya tuang, baru saya cap pakai balon membentuk pola-pola. Ini saya atur komposisinya,” jelasnya.

Seperti pada lukisan berjudul Berkembang 1. Lukisan ini memunculkan bulatan-bulatan warna-warni di tengah-tengah. Selebihnya, hanya ada bulatan yang didominasi warna hitam putih di sekelilingnya.

Sedangkan padalukisan berjudul Berkembang #2 mengeksplorasi lebih lanjut teknik melukis menggunakan balon. Bulatan yang dihasilkan dalam lukisan seperti memiliki ekor panjang. ”Kalau ini cap saya tarik, membuat efek-efek tertentu. Sama pakai balon juga,” jelasnya. (amd)

Magelang