MAGELANG – Guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Kota Magelang telah mendapat gaji sesuai dengan standar upah minimum regional (UMR) Kota Magelang. Yakni Rp 1,7 juta per bulan. Gaji itu sudah mereka rasakan kurang lebih dua tahun terakhir ini.

“Dua tahun ini saya tahu persis, para guru honorer yang tadinya dapat honor pas-pasan, ada yang Rp 300.000, Rp 400.000, Rp 600.000, nek bejo Rp 800.000. Kemudian saya usulkan, sekarang jadi sesuai UMR Rp 1,7 juta per bulan,” kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat Halal bi halal guru dan karyawan PAUD-SMA se Kota Magelang di GOR Samapta, Rabu (19/6).

Sigit menyatakan dalam setahun Pemkot Magelang telah mengeluarkan anggaran mencapai Rp 3 miliar  untuk menggaji para guru  honorer. Itu terutama guru sekolah dasar (SD). Setelah mendapatkan gaji yang layak, Sigit berpesan kepada para guru agar terus semangat dalam menjalankan tugasnya. “Seluruh guru telah berpartisipasi mencerdaskan anak bangsa. Terus semangat membawa anak-anak menuju kebaikan. Anak ini masa depan, kita siapkan generasi yang super,” tutur Sigit.

Muhammad Ari Wibowo, salah seorang guru honorer di SMPN 4 Magelang mengaku senang dengan gaji yang diterima saat ini. Menurutnya gaji itu sudah lumayan cukup untuk membiayai hidupnya untuk saat ini.

Namun, pria berusia 27 tahun itu tetap berharap agar kelak bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Sepertinya semua guru honorer tentu harapannya ingin diangkat jadi PNS,” ujarnya.(cr12/din/er)

Magelang