MUNGKID – Hanya dalam waktu dua minggu Polres Magelang berhasil mengungkap kasus pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan peralatan las. Pengungkapan kasus ini melibatkan banyak pihak, mengingat penangkapan pelaku dlakukan hingga Palembang, Sumatera Selatan. Tiga tersangka berhasil dibekuk.

Kasatreskrim Polres Magelang AKP Bayu Puji Haryanto mengatakan, tiga pelaku ditangkap Senin (8/3) pukul 04.00 di Jalan Soekarno Hatta Tanjung Barangan, Kota Palembang. “Setelah diinterogasi, ketiga pelaku mengakui perbuatannya bersama tiga orang lain yang sampai saat ini masih dilakukan pencarian,” kata Bayu.

Dijelaskan, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban di Polsek Muntilan, 23 Maret 2019. Di mana sekitar pukul 06.30 telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan di sebuah toko modern di Gunungpring, Muntilan. Pihak Maybank selaku pemilik ATM kehilangan uang tunai Rp 90,4 juta yang ada di brankas mesin itu.

“Pelaku mengambil uang di dalam brankas ATM itu dengan cara mengelas. Menggunakan alat las api, “ tutur Bayu. Dari laporan itu kemudian dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.
Selanjutnya Tim Resmob Polres Magelang melakukan koordinasi dengan Tim Resmob Polres Semarang karena sebelumnya di wilayah Ungaran juga ada kejadian dengan modus sama. Setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan, diyakini TKP di wilayah Ungaran dan TKP di Muntilan dilakukan oleh pelaku yang sama.

“Selanjutnya Jumat (5/3) kami berangkat ke Palembang bersama tim dari Resmob Semarang. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, kami berhasil menangkap terhadap tiga pelaku. Interogasi terhadap ketiga pelaku, juga melakukan perbuatan di wilayah lain dengan modus yang sama,” ungkap Bayu.
Ketiga pelaku ini adalah Dedi Irawan, 38, warga Jalan Husein Basri Kelurahan Sukamulyo, Sematang Borang, Kota Palembang, yang berperan menjebol brankas ATM dengan cara menggunakan las api dan ditangani Polres Magelang.

Kemudian RM Adriansyah, 41, warga Jalan Ki Gede Ingsuro No 378 Kelurahan 28 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang, ditangani Polres Semarang. Lalu Muhammad Akbar, 35, warga Jalan Mayjen Lorong Jiwa No 11 Kelurahan Sungai Lais, Kalidoni, Kota Palembang.“Tersangka terakhir ini dilimpahkan ke Polda Lampung karena tidak ikut terlibat di TKP Magelang maupun TKP Ungaran,” jelasnya. Hasil interogasi, pada Agustus 2018 membobol brankas ATM di daerah Jambi dengan hasil uang Rp 78 juta dan Februari 2019 membobol brankas ATM di daerah Palembang.

Kemudian Februari 2018 menjebol brankas ATM di daerah Lampung Selatan dengan hasil uang Rp 170 juta dan pada Desember 2018 membobol lagi brankas ATM di daerah Cimahi, Bandung, dengan hasil uang Rp 140 juta.
“DPO atau masih dalam buron adalah Andi Lala, 40, Mata Merah, Kota Palembang; Anhar, 50, warga Kilometer 12, Kota Palembang, dan Komar, 40, Cianjur, Jawa Barat,” ungkapnya.

Bayu juga mengaku terus koordinasi dengan Polda atau Polres lain yang ada TKP diakui oleh tersangka. “Untuk kasus ini masih terus kami kembangkan, dan untuk ketiga tersangka sudah berada di Mako Polres masing-masing yang menangani,” tandasnya. (dem/laz/mg4)

Magelang