RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Kasus munculnya nama pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno di naskah soal uji coba ujian nasional (unas) terus bergulir. Dewan Pendidikan Kota Magelang menilai, lolosnya nama Anies-Sandi diduga karena pengawasan pembuatan soal kurang optimal.

Jika selama pemeriksaan terbukti ada kesengajaan, maka pembuat soal bisa dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.”Fungsi kontrol belum maksimal,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang Prof Dr Sukarno MSi kemarin (20/3).

Menurut Sukarno, mekanisme pembuatan naskah soal ujian di tingkat SMP/MTs sudah jelas. Mestinya, dalam proses pembuatan soal kesalahan-kesalahan seperti itu dihindari. Selama ini, sistem pembuatan soal sudah ada dan sistem pengawasannya sudah berdasarkan prosedur.”Mungkin saja saat itu (proses pengawasan) dilompati. Sehingga pengawasannya kurang optimal,” ujarnya.

Dekan FKIP Universitas Tidar (Untidar) Magelang itu juga menyampaikan bahwa persoalan ini bisa menjadi hikmah untuk dipetik teman-teman pendidik. Peristiwa ini juga menjadi masukan bagi stakeholder Pemkot Magelang.”Ke depan perlu koordinasi untuk pendampingan agar lebih optimal,” urainya.

Meski proses pengawasan dinilai kurang optimal, ia menilai dampak untuk siswa tidak terlalu besar. Dimungkinkan itu hanya karena kesalahan yang tidak sengaja. “Asal tidak terulang kembali. Karena jika muncul lagi, bisa berdampak kepada siswa,” ungkapnya.

Ia pun menghormati proses penelusuran yangsaat inidilakukan Pemkot Magelang. Jika memang terbukti, maka perlu diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Ia masih ber-husnudzon (prasangka baik, Red) bahwa peristiwa ini dilakukan secara tidak sengaja.

“Yang lebih penting bagi pendidik, sekolah hati-hati dan lebih cermat. Memilih benar-benar soal yang akan diujikan. Termasuk tidak hanya proses evaluasi, tapi juga saat proses kegiatan mengajarnya,” katanya.(ady/laz/ong)

Magelang