RADARJOGJA.CO.ID – Sejumlah warga Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang, dikagetkan dengan pemandangan berbeda. Di sebuah lahan di Jalan Sidotopo tiba-tiba muncul papan besi baru. Isi tulisannya berkaitan status tanah di lokasi itu. Tercantum tulisan pemberitahuan bahwa tanah itu adalah Sultan Grond (SG).

Tertulis RM Triyanto Prastowo Sumarsono dengan No Kode: VII.A-13,B-18c-1,D-3, Ahli Waris Turun Temurun, Hamengku Bowono VII. Hak milik ahli waris turun-temurun HB VII berdasarkan Undang-Undang Rijksblad No 16 Tahun 1918. Di papan itu juga menjelaskan bahwa tanah SG bukan hak milik pemda, bukan hak milik negara, bukan hak milik lembaga/institusi, bukan hak milik BUMN/PT KAI Persero.

“Tidak tahu yang memasang siapa,” ujar warga sekitar, Priyanto, kemarin (7/2).Warga mengaku tidak tahu siapa yang memasang papan, tepat di depan persis papan nama PT KAI itu. Namun warga yakin jika papan nama lahan SG tersebut baru saja dipasang baru-baru ini.

Tanah yang digali untuk memasang papan, terlihat masih baru lengkap dengan konstruksi semen di bawahnya. Selain itu, warna putih pada papan juga belum terlihat luntur. “Tapi yang jelas ini sangat berani. Sampai menutup plang milik KAI,” jelas pria 55 tahun ini.

Tepat di belakangnya juga masih terpajang papan kepemilikan yang dipasang PT KAI Wilayah Aset 6 Jogjakarta. Belum jelas berapa luas tanah yang diklaim SG di kawasan Kota Magelang itu.

Sementara itu, PT KAI menyatakan tanah PT KAI bukan termasuk Sultan Grond. Ia tidak begitu mengetahui latar belakang pemasangan papan SG di atas tanah PT KAI di wilayah Kota Magelang.”Tidak ada tanah Sultan Grond di Kota Magelang, di tanah PT KAI,” kata Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogja Eko Budiyanto.

Setelah mengetahui temuan papan SG di wilayah Kota Magelang, ia sudah menindaklanjutinya. Pihaknya tengah membahas bersama jajaran PT KAI terkait temuan itu. “Ini baru kami rapatkan,” katanya.

Eko menyebut SG hanya mencakup wilayah Jogjakarta saja. Mulai dari Muntilan sampai di Secang, Kabupaten Magelang, termasuk Kota Magelang, tidak ada Sultan Grond. Adanya papan nama anyar di Kota Magelang itu, PT KAI akan segera melakukan tindak lanjut. Salah satunya pengawasan dan pemeriksaan.

“Jelas tidak benar (klaim SG di Magelang), karena baik sejarah maupun legalitasnya tidak ada. Nanti bertahap aset KAI sesuai ground card akan kami sertifikasi semua,” tandas Eko. (ady/laz/dem)

Magelang