Tak Sempat Tunggui
Istrinya Melahirkan
MAGELANG – Polres Magelang membekuk pelaku pencurian disertai pemberatan. Pelaku adalah residivis dan sudah melangsungkan aksinya di berbagai titik. Yang terbaru diungkap, pelaku beraksi di rumah kosong, Perumahan Puri Pesona Sanden 2, Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang, dengan menggondol sejumlah barang-barang berharga.
Pelaku yaitu Azis alias Kemin, 26, ditangkap di rumahnya, Kelurahan Jurang Ombo, Magelang Utara, Kota Magelang. Ia berdalih melangsungkan aksi pencurian lantaran untuk kebutuhan hidup keluarganya. Residivis kasus curat itu diringkus tim Reserse Mobil Polres Magelang Kota.
Penangkapan bermula dari laporan korban M. Rochman, 62, warga Kampung Tuguran Legok, Portobangsan, Magelang Utara. Korban melaporkan kejadian pencurian yang menimpa rumahnya dan mendapati isi rumahnya dengan kondisi acak-acakan serta engsel pintu rumah rusak.
“Kami langsung gelar olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hanya butuh lima hari setelah kejadian untuk meringkus pelaku di rumahnya,” ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo.
Bermula dari situlah petualangan maling spesialis rumah kosong ini berakhir. Dari tangan Kemin, polisi menyita sejumlah barang bukti. Seperti sepucuk senjata air softgun MX Makarov, sebilah sabit, seutas tali tambang, satu unit Notebook dan Iphone 5S.
Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menjelaskan, Kemin merupakan residivis kambuhan. Bapak dua anak ini sedikitnya lima kali melancarkan aksinya. Tiga di wilayah kabupaten dan dua di Kota Magelang. Dari lima kali aksi, empat kali ia tertangkap. “Sekali tertangkap di Kota Magelang. Kemin ditangkap atas kasus yang sama,” jelas Esti Wardiani.
Sebelum melangsungkan aksinya, pelaku terlebih dahulu menggambar lokasi dan menguasai kondisi rumah yang akan menjadi sasaran. Setelah merasa aman dan rumah korban sepi, pelaku masuk ke dalam rumah yang ditinggal penghuni. Caranya dengan merusak engsel pintu.
“Pelaku menggunakan sabit 14 sentimeter untuk mencongkel pintu. Kadang juga menggunakan tali dadung seandainya membobol rumah dari atas loteng untuk mengerek barang curian,” ungkapnya.
Kemin mengaku, hasil curian berupa satu unit laptop digadaikan Rp 400 ribu dan Iphone 5 dijual Rp 550 ribu. Ia pun mengaku menyesal dengan kejahatan yang dilakukannya. Pelaku kini berada di balik jeruji besi terpaksa tidak bisa melihat sang istri melahirkan si buah hati pada Jumat (3/2) lalu.
Korban mengaku mengalami kerugian Rp 10 juta. Atas perbuatan residivis kambuhan ini, Kemin terancam Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Disertai Pemberatan. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara. (ady/laz/mg1)

Magelang