MUNGKID – Masyarakat di Kabupaten Magelang mengeluhkan masih maraknya tawuran pelajar di daerahnya. Mereka berharap ada solusi agar tawuran para pelajar tingkat SMA dan juga SMP ini berhenti dan tidak terjadi lagi.

Terakhir, tawuran pelajar terjadi di wilayah Secang dan di Salaman. Dari informasi yang dihimpun, penyebab tawuran dendam lama dari angkatan sebelumnya. Yang memprihatinkan, meski baru SMP, mereka membawa senjata tajam dalam aksinya.
Kapolsek Secang AKP Bambang Sulistyo mengakui pihaknya hari Sabtu (4/2) pukul 13:00 WIB lalu menggagalkan dan membubarkan aksi tawuran di wilayahnya. Dalam peristiwa ini, tiga siswa kedapatan membawa gir yang diikatkan pada sabuk bela diri. Mereka berstatus pelajar SMP di Kabupaten Semarang dan Ambarawa.
Berbeda dengan “adik-adiknya” , para siswa dari dua SMK Kecamatan Borobudur sempat terjadi tawuran, di dekat Sungai Tangsi. Namun belum berlangsung lama, melintas mobil patrol polisi yang segera membubarkan aksi tawuran. Para siswa pun lari kocar-kacir, bahkan ada yang memilih terjun ke sungai, yang saat itu banyak warga sedang memancing.
“Tetapi dalam kejadian ini tidak ada siswa yang sampai hanyut, apalagi hilang. Mereka pun ditolong warga untuk naik ke atas,” jelas Kapolsek Salaman AKP Sudarto. (cr2/laz/mg1)

Magelang