RADARJOGJA.CO.ID – Bencana tanah longsor terus terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Magelang. Setelah Kecamatan Salaman, kemudian disusul Sawangan, kini tanah longsor terjadi di Kecamatan Borobudur.

Tanah longsor di Kecamatan Borobudur terjadi di Dusun Jombor, Desa Giripurno. Bencana ini menimpa tiga rumah warga hingga mengalami kerusakan parah. Tidak ada korban jiwa, namun belasan orang terpaksa mengungsi sementara.

Longsor berupa runtuhnya tebing di dusun itu terjadi Senin (31/1) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Bencana ini dipicu oleh hujan deras sejak pukul 16.00 hingga 19.00. Tebing yang runtuh dinilai rawan longsor, apalagi kondisi tanahnya sudah retak.

Mustofa, 27, salah seorang korban tanah longsor mengakui, kejadian ini sudah diprediksikan sebelumnya, apalagi hujan lebat terus mengguyur. “Beberapa hari sebelumnya sudah ada instruksi untuk meninggalkan rumah saat hujan lebat,” katanya.

Tiga rumah warga yang terkena longsoran tebing adalah milik Nurokim (tiga jiwa), Walidi (lima jiwa) dan Mustofa (lima 5 jiwa). Keadaannya rusak parah karena tertimbun material longsoran tebing setinggi 10 meter, panjang 30 meter dan tebal delapan meter.

Ratusan warga dibantu relawan Garuda Bukit Menoreh, anggota TNI/Polwi dibantu peralatan berat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang kemarin melakukan kerja bakti menyingkirkan material. Kapolres Magelang AKBP Hindarsono melalui Wakapolsek Borobudur Iptu Arifin mengimbau masyarakat, terutama di Dusun Jombor untuk selalu waspada karena lokasi itu memang rawan longsor. (cr2/laz/dem)

Magelang