RADARJOGJA.CO.ID – Polisi saat ini terus mendalami kejadian penemuan tas perempuan bersisi arang yang diduga bom di tegalrejo Kabupaten Magelang. Saat ini, Polres Magelang masih menyebut UU Terorisme dengan ancaman hukuman seumur hidup sebagai acuannya. Tetapi tidak menutup kemungkinan, Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang akan disangkakan kepada HF, 45 tahun warga Dusun Krajan Tegalrejo.

“Kami masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang. Kalau memenuhi UU terorisme, tapi disisi lain tidak ada bom. Hanya ada arang itu untuk menakut-nakuti saja,” kata Kapolres Magelang AKBP Hindarsono.

Tak Ada Detonator, Black Powdernya Bubuk Arang

Dijelaskan, hasil pemeriksaan pelaku menebar teror karena ketidaksukaan terhadap tokoh masyarakat di wilayah Tegalrejo. Aksi meletakkan barang serupa seperti bom rakitan itu untuk melampiaskan rasa kekecewanya.

“Pelaku mengakui melakukan itu karena dengan latar belakang ketidaksukaan terhadap seseorang. Tapi dampaknya membuat ketakutan warga di Magelang dan bahkan beritanya sudah menasional,” tuturnya.

Pelaku melakukan aksinya seorang diri. Polisi pun masih terus mendalami kasus ini agar bisa diusut hingga tuntas.

“Kami menyita berbagai barang bukti sepeda motor, peralon, kabel, total ada sekitar 22 item. Barang bukti yang kami sita sama dengan yang di TKP. Cuma rakitannya bom yang berbeda,” ungkapnya.

Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom Tegalrejo

Penangkapan ini bermula dari temuan barang sejenis bom rakitan di depan Apotek Perintis Farma, Selasa (27/12) pagi silam. Selang lima hari kemudian, ditemukan barang hampir serupa di depan toko oleh-oleh Trio Warna Dusun Gentan RT 01/01, Desa Purwosari, Kecamatan Tegalrejo. Jarak lokasi pertama dan kedua sekitar 1,5 km.

Magelang