MUNGKID – Beberapa lintas sektoral meng-gelar seleksi pemilihan awak kendaraan umum teladan (AKUT). Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub), Polres, Jasa Raharja, Organda dan Komisi Penanggulangan AIDS/HIV. Sebanyak 50 sopir angkutan umum mengikuti seleksi pemilihan ini. “Acara ini untuk memperbaiki sikap dan pe-rilaku sopir agar menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Sehingga terwujud pe-layanan jasa angkutan umum yang baik,” ujar Ketua Organda Kabupaten Magelang Muh Iri-anto kemarin (12/4).Pemilihan diikuti sopir bus AKAP/AKDP, bus pariwisata, taksi, angkutan perbatasan dan angkutan pedesaan, serta angkutan barang. Mereka mendapat pembekalan dari petugas instansi terkait. Tujuanya untuk memperbaiki pola pikir dan sudut pandang tentang sopir angkutan umum.Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Ismu Kuswandari menjelaskan, agenda tahunan kali ini tak sekadar memilih AKUT semata. Namun harus bisa memberi contoh secara signifikan ter-hadap meningkatnya disiplin dan tanggung jawab awak kendaraan angkutan umum. Keberadaan angkutan umum dinilai mem-punyai fungsi sangat penting bagi masyarakat. Yaitu, memenuhi kebutuhan transportasi yang relatif aman, nyaman, dan terjangkau.Di samping itu juga memberikan kontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Hal ini karena pendistribusian orang/barang dari satu tempat ke tempat lain. “Apabila ini dapat berfungsi baik, maka pe-menuhan awak angkutan kendaraan yang ber-kompeten dan kendaraan umum yang sehat merupakan syarat mutlak,” jelasnya.Ia mengatakan, seiring perkembangan zaman dan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di jalan, maka diperlukan sebuah kemampuan memadai. Khususnya bagi awak kendaraan umum yang mampu membaca situasi lapangan. Sopir angkutan umum jangan sekadar berpikir mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Karena dia juga bertanggung jawab atas keselamatan penumpang dan pengguna jalan yang lain,” tandas Ismu. (ady/laz/ong)

Magelang