Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MAGELANG – Pemkot Magelang bersama seluruh SKPD dan jajarannya menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-1.110 Kota Magelang kemarin (11/4). Upacara dilaksanakan di halaman depan kantor wali kota Magelang.

Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat berdirinya Kota Magelang. Merujuk data yang diteliti oleh panitia hari jadi Magelang bekerjasama dengan Universitas Tidar Magelang dibantu pakar sejarah dan arkeologi dari UGM Drs MM Soekarto Kartoatmojo, yaitu pada 11 April 907.

Selain itu juga dilengkapi data dari berbagai peneliti baik di Museum Nasional Jakarta maupun di Museum Sriwedari (Radya Pustaka) Surakarta. Selain juga memperhatikan beberapa faktor dan kriteria yang telah disepakati bersama, maka disimpulkan soal hari jadi Magelang.

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wali Kota Sigit Widyonindito. Dalam sambutannya, Sigit menekankan tentang kualitas sumber daya manusia dengan kekuatan semangat gotong-royong masyarakat dalam membangun kemajuan daerah.

“Harus kita akui, gotong royong merupakan cara yang efektif membangun Kota Magelang. Begitu pula dengan kualitas sumber daya manusia masyarakat Kota Magelang, tidak perlu diragukan lagi,” kata Sigit.

Dalam kesempatan ini Sigit mengajak masyarakat bersama pemkot terus berkomitmen, kesungguhan, dan kerja keras menggali dan mengembangkan segala potensi yang ada di kota sejuta bunga ini.

Pada masa mendatang, lanjutnya, kemajuan pembangunan di berbagai bidang terus diperluas, kualitas sumber daya manusia ditingkatkan, partisipasi masyarakat diperkuat, prestasi diperbanyak, pelayanan masyarakat di berbagai sektor dioptimalkan.

“Ini semua mewujudkan visi Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas dilandasi kehidupan masyarakat yang sejahtera dan religius,” katanya.

Sementara itu, Asisten Humas, Perlengkapan, dan Umum Sekretaris Daerah Pemkot Magelang Aris Wicaksono mengatakan, peringatan ini dapat menjadi media promosi efektif, meningkatkan brand image dan awareness product para pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro.

Aris menambahkan kegiatan hari jadi ini sebagai ajang unjuk kreativitas, inovasi, dan sportivitas, sarana meningkatkan pemasaran dan penjualan produk. Selain itu serta ajang berkumpul para pegiat komunitas dan kelompok masyarakat.

“Berbagai acara terkait dengan hari jadi, antara lain, malam tasyakuran, pentas wayang kulit, prosesi seni dan budaya seperti grebeg gethuk, serta kirab budaya,” imbuhnya.

Kegiatan yang akan diadakan, antara lain, kerja bakti masal, berbagai pertandingan dan lomba, pelayanan KB gratis, donor darah, pameran UMKM, pentas kesenian tradisional, reli mobil kuno, Festival Kedu Ekspo, dan Pameran Magelang Tempo Doeloe.

Peringatan hari jadi yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dimeriahkan dengan atraksi drum band dari SMP Tarakanita Kota Magelang, serta pentas seni tari kubro siswo oleh Teater Fajar, Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. (cr1/laz)

Magelang