MUNGKID – Kondisi rumah sakit di Kabupaten Magelang saat ini dinilai kurang memadahi. Utamanya pada bagian daya tampung pasien. Sehingga, banyak pasien yang harus antre untuk rawat inap.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Magelang Suprih Prasetyo mendesak pemkab segera merealisasikan pembangunan rumah sakit yang lebih memadahi. Tuntutan ini disampaikan karena rumah sakit yang ada dinilai kurang bagus.

“Kondisi ini berdasar dari hasil pantauan kami,” katanya kemarin. Menurut Suprih, selain perlu pembangunan rumah sakit baru, tenaga medis serta bangsal juga perlu ditambah. Sehingga rumah sakit mampu melayani penduduk Kabupaten Magelang yang mencapai 1,2 juta jiwa.

Rumah sakit yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu menampung pasien. Lokasinya juga berada di daerah rawan bencana. “Oleh karena itu kami sangat setuju dengan penunjukan lokasi oleh pemerintah daerah. Yaitu di eks Pasar Hewan Blondo, Mertoyudan,” jelasnya.

Menurutnya, lokasi tersebut dinilai strategis. Letaknya di pinggir jalan raya serta di poros Kabupaten Magelang yang dapat dengan mudah dijangkau dari berbagai wilayah kecamatan. Lokasi ini demi masyarakat Kabupaten Magelang. “Kami akan dorong untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

Ketua DKR Provinsi Jawa Tengah Mbah Bismo menambahkan, saat ini pemerintah daerah perlu meningkatkan pelayanan. Tidak hanya di rumah sakit umum daerah (RSUD), namun juga di puskesmas-puskesmas yang ada, sehingga masyarakat Kabupaten Magelang tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.

Menanggapi itu, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengaku bangga dengan masyarakat yang peduli dengan pembangunan dibidang kesehatan. Ini seperti yang dilakukan DKR yang selalu memantau memberikan pendampingan kepada masyarakat. Serta memberi masukan kepada pemerintah daerah dibidang derajat kesehatan masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat Kabupaten Magelang sakit. Namun demikian kami akan terus berupaya memberikan pelayanan di bidang kesehatan sebaik mungkin dengan berbagai upaya. Hal ini guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya. (ady/laz)

Magelang