MAGELANG – Satpol PP Kota Magelang akan terus berkomitmen mengawal ketertiban di Jalan Gatot Subroto, Kota Magelang. Langkah itu dilakukan setelah menyabet juara kedua kawasan tertib tingkat Jawa Tengah.

Nah, kemarin (8/4) bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, satuan penegak perda itu membagikan leaflet kawasan tertib kepada para pedagang dan pengusaha. Ini sekaligus sosialisasi, sepanjang Jalan Gatot Subroto harus bebas dari pengemis, gelandangan, pengamen, dan orang terlantar (PGOT), pedagang kaki lim (PKL), serta tertib reklame. “Ini sesui Perda No 6/ 2015 dan Perda No 28/ 2009,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang Retno Rini.

Di lapangan, mereka masih menjumpai PKL yang berjualan tidak sesuai ketentuan. Misalnya memakan trotoar yang seharusnya menjadi hak para pejalan kaki. Tepatnya di samping Hotel Safira Magelang. Mereka juga menemukan spanduk milik Akmil yang dipasang melintang jalan. Tak ingin dianggap tebang pilih Satpol PP langsung koordinasi dengan Akmil.

Selain Satpol PP, pengawalan jalan provinsi ini sebagai kawasan tertib juga melibatkan Kader Siaga Trantib (KSR) Kecamatan Magelang Selatan dan Kelurahan Jurangombo Selatan.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Provinsi Jateng, Sukar menegaskan, untuk menertibkan suatu kawasan tidak cukup hanya dipasangi papan larangan saja. Satpol PP harus getol turun langsung, dan didukung masyarakatnya. “Harus rutin sosialisasi dan menindak tegas pelanggarnya,” tegasnya.

Kedepan, tiap daerah harus bisa mengembangkan cara sosialisasi yang efektif. Sehingga, tidak ada pemahaman yang setengah-setengah. Ia berharap, masyarakat bisa ikut berpartisipasi mendukung terjaganya kawasan tertib. “Kawasan tertib tingkat kota ini merupakan model. Bisa dikembangkan ke lokasi lain,” tambahnya. (cr1/din)

Magelang