Harnum Kurniawati/Radar Jogja
SOLUSI BERSAMA: Dialog antara Dinas Pengelola Pasar Kota Magelang dengan para pedagang saat sosialisasi pembangunan shelter pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-alun Kota Magelang.
MAGELANG – Rencana pembangunan shelter pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-alun Kota Magelang dipastikan molor dari rencana semula. Itu terajadi karena dana bantuan dari Pemprov Jawa Tengah (Jateng) baru menyelesaikan verifikasi rencana kerja operasional (RKO).

Karena itu, saat Hari Raya Idul Fitri mendatang, TVJ dipastikan belum bisa digunakan secara penuh. Sebab, proses pembangunan diperkirakan baru selesai sekitar September mendatang. “Karena verifikasi yang molor, pembangunan juga akan molor. Namun kami sudah sosialisasikan hal itu kepada para pedagang. Meski molor namun kami sudah mempersiapkan relokasi saat TVJ dibangun,” kata Kepala Dinas Pengelola Pasar Kota Magelang Joko Budiono di sela- sela sosialisasi di TVJ, kemarin (7/4).

Rencana pembangunan shelter ini akan dimulai pertengahan Mei mendatang. Selama dilakukan proses pembangunan, para pedagang dipindahkan ke sisi barat. “Para pedagang telah sepakat untuk pindah sementara,” tambahnya.

Selama ini sekitar 98 pedagang kali lima (PKL) berjualan menggunakan tenda bantuan dari salah satu perusahaan teh. Tenda-tenda ini rawan roboh. Terlebih saat hujan lebat. Untuk itu, Pemkot Magelang berencana membangun shelter permanen dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut berasal dari bantuan Pemprov Jateng Rp750 juta dan ABPD Kota Magelang Rp750 juta.

Menurutnya, pembangunan shelter permanen ini dipastikan lebih artistik. Selain itu lebih lebar dan menampung pedagang lebih banyak. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk sajian live music akan disediakan untuk memberikan hiburan kepada pengunjung. “Desain sudah disetujui wali kota,” paparnya.

Kabid Pemberdayaan dan Penataan Pedagang DPP Magelang Syaifullah menambahkan, meski masih menunggu shelter permanen, dia meminta para pedagang tetap mempertahankan kualitas produk. Selain itu, menjaga higienitas dan kebersihan lingkungan sekitar. “Hal ini sangat penting karena TVJ berada jantung masuk Kota Magelang. Artinya, semuanya harus baik dari menu, pelayanan, hingga manajemen paguyuban,” katanya.

DPP Kota Magelang juga akan mewajibkan para pedagang mencantumkan daftar harga di samping menu yang dijual. Tujuannya agar pelanggan mengetahui harga pastinya menu yang dibeli. “Kami sangat berharap harga jual antara para pedagang bisa sama. Kalaupun berbeda, jangan sampai terlampau jauh. Sehingga tidak saling merugikan,” pesannya.

Humas PKL Tuin Van Java Sugiharto mengapresiasi rencana Pemkot Magelang tersebut. Mereka optimistis dengan adanya shelter ini nanti pendapatan semakin meningkat. Terkait rencana relokasi sementara, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. “Pembangunan shelter baru sudah kami nanti-nantikan sejak lama,” jelasnya. (cr1/din/ong)

Magelang