Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MAGELANG – Harga premium sudah turun dari Rp 7.050 per liter menjadi Rp 6.550. Meskipun demikian, tarif angkutan daerah di Kota Magelang belum mengalami penurunan.

Hal itu diakui oleh salah seorang sopir angkutan jalur empat Iskamar, 40. “Saya dan teman-teman belum memberlakukan harga baru dari tarif. Harusnya ketika harga BBM turun, suku cadang juga harus mengikuti. Lha wong setoran saja tetap,” katanya kemarin.

Sopir jalur angkutan yang melayanai rute antarkota ini mengaku belum mendapat sosialisasi dari pihak terkait mengenai penurunan tarif. Ia pun keberatan jika hanya tarif angkutan yang turun tapi tidak diimbangi penurunan harga suku cadang.

“Saya keberatan jika adanya penurunan tarif. Ya, intinya jika tarif turun, suku cadang juga harus turun,” tegasnya.

Sementara itu saat ditemui terpisah, Ketua Forum Komunikasi Angkutan (Forkam) Darsono mengatakan, akan menurunkan tarif untuk 12 rute angkutan yang ada di Kota Magelang. Penurunan harga Rp 500 dirasa cukup.

“Dari pihak kami sudah mencoba menginformasikan kepada organisasi angkutan darat (Organda) yang berjumlah 550, termasuk 40 taksi di Kota Magelang. Namun memang belum seimbang dengan adanya penurunan suku cadang,” paparnya.

Darsono menambahkan, akan ada sosialisasi dengan pihak Organda mengenai tarif baru yang berlaku agar tidak ada kesalahpahaman. Dia akan mengundang kembali perwakilan dari Organda untuk bisa berkerjasama menentukan tarif baru.

“Sejauh ini kami sudah mensosialisasikan harga baru yang semula Rp 3.000 menjadi Rp 2.500. Sementara para pelajar juga akan dikenakan tarif Rp 1.500, tergantung jauh dekatnya,” tandasnya. (cr1/laz/ong)

Magelang