Adi Daya Perdana/Radar Jogja

Latihan Harus Pindah-Pindah, Kadang di Jalan Raya

Para atlet di Kabupaten Magelang belum mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah setempat. Setidaknya, ini dialami empat atlet yang mewakili Jateng dalam Kejurnas Atletik Yunior dan Remaja 2016.

ADI DAYA PERDANA, Mungkid
Dalam kejurnas di Stadion Rawangun 23-26 Maret itu, empat atlet dari Kabupaten Magelang memperoleh tiga medali perak dan satu perunggu. Salah satu Ofisial Atlet Jateng asal Kabupaten Magelang Priatmadi mengatakan, sebenarnya para atlet membutuhkan berbagai infrastruktur.

Infrastruktur itu antara lain tempat berlatih, biaya untuk sarana prasarana, dan untuk kejuaraan. Karena belum ada perhatian dari pemerintah, selama ini para atlet berlatih dengan berpindah-pindah tempat. Seperti di Lapangan Tembak Salaman, Candi Borobudur, Lapangan Kujon Borobudur, serta di jalan raya.

“Atlet juga butuh biaya untuk membeli sepatu, kaus, serta biaya lomba dan kompetisi,” katanya kemarin. Meski minim perhatian dari pemerintah, ia bersyukur atas prestasi yang diraih empat atlet Kabupaten Magelang.

Dengan segala keterbatasan biaya, sarana latihan, dan nutrisi, ternyata mampu menghasilkan medali di ajang nasional. Padahal kejurnas tersebut diikuti ratusan atlet dari 25 provinsi.

Empat atlet yang berjuang keras di ajang tingkat nasional itu adalah Endah Eka Aristyaningrum (lari 3.000 meter Staple Chase/Stc) memperoleh medali perak, Risqi Dwi Kurniawan asal SMAN 1 Salaman (lari 3.000 meter Stc) tidak meraih pedali karena mengalami cedera kaki saat lomba. Selain itu, Wahyu Gunawan Wibisono (lari 1.500 dan 2.000 meter Stc) memperoleh medali perunggu. Serta, Nanda Octaviana asal SMA Bentara Wacana Muntilan (lompat jauh dan jangkit) memperoleh dua medali perak.

“Atlet dari daerah lain semua terfasilitasi dengan baik, bahkan ada yang menyediakan mess. Namun di Magelang ini untuk berlatih saja kita harus pindah-pindah. Tidak jarang latihan dilangsungkan di jalan raya,” imbuhnya.

Tak kalah pentingnya para atlet membutuhkan tambahan gizi serta nutrisi tinggi. Menurutnya, seorang atlet butuh 5.000 kalori yang harus terserap di tubuh. Harapannya ada perhatian yang lebih baik dari pemkab. “Mencari bapak angkat juga sulit,” katanya.

Ia berharap setelah berhasil menorehkan prestasi yang cukup membanggakan, ada perhatian lebih dari Pemkab Magelang. Dengan demikian, cabang olahraga atletik bisa lebih maju.

“Kami berangkat membawa nama harum Kabupaten Magelang di kancah nasonal. Tapi perhatian mereka sangat minim, terlebih pada sarana lomba dan latihan. Untuk berangkat sebelum berangkat ke Jakarta, semuanya dipersiapkan secara pribadi, mulai akomodasi latihan hingga pemberangkatan ke Semarang,” jelasnya.

Para atlet ini berangkat dari rumah ofisialnya, Priyatmadi, di Jalan Nangka I No 9 Perumnas Kalinegoro, Mertoyudan, Senin (21/3). Rombongan kembali dari Jakarta juga ke rumah itu kemarin (27/3). Tidak ada pelepasan maupun penyambutan dari pihak Pemkab Magelang.

“Kami butuh perhatian pemda agar lebih bersemangat dan memperoleh prestasi lebih baik lagi,” kata salah satu atlet, Nanda Octaviana. (laz/ong)

Magelang