MAGELANG – Kementerian Pariwisata RI menilai Kota Magelang memiliki banyak potensi untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman). Caranya, tak melulu mengandalkan potensi alam atau warisan budaya.

Kasubdid Konvensi, Deputi Bidang Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Nur Fatonah membeberkan kiat sukses menjaring wisman tanpa harus mengandalkan alam dalam pertemuan dengan para pelaku usaha pariwisata di Atria Hotel Magelang kemarin (14/3). Strategi itu bertema “MICE”. Kependekan dari Meeting, Incentive, Converence, and Exhibition.

Menurut Nur, Kota Magelang memiliki potensi itu. Fasilitas penunjang MICE tersedia, diantaranya berupa convention hall dan hotel berbintang.

“Wisman bisa dihadirkan dengan gelaran event spektakuler seperti telah dilakukan negara-negara tetangga,” ujarnya.

Agar benar-benar spektakuler dan menarik perhatian wisman, event tersebut harus disiapkan jauh-jauh hari. Minimal setahun sebelumnya. Supaya materi dan persiapan acara lebih matang. “Syukur lebih dari setahun persiapannya,” lanjutnya.

Di sisi lain, keberhasilan event perlu sokongan dari lembaga-lembaga terkait. Misalnya, keimigrasian, bea cukai, angkasa pura, hingga kepolisian. Tak kalah penting, panitia harus menggandeng komunitas yang berhubungan dengan tema event.

Namun, sebelum melangkah ke event, Nur mengingatkan pentingnya pengembangan sarana MICE. Dia mencontohkan kawasan Candi Borobudur. BUMN pengelola candi Buddha itu memang berpengalaman menggelar event nasional maupun internasional. Karena itu, Nur mengimbau para pelaku wisata di Kota Magelang agar belajar dari manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur.(cr1/yog/ong)

Magelang