MUNGKID – Aparat gabungan TNI-Polri akhirnya menghentikan paksa aktivitas penambangan illegal di Dusun Gupit, Kebonsari, Borobudur. Itu setelah Pemkab Magelang memastikan tak ada kandungan emas di kawasan lereng Perbukitan Menoreh tersebut.

“Berdasarkan hasil studi dan pemetaan, tidak ada (kandungan emas),” jelas Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral, Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Magelang Luis Taribaba kemarin (3/3).

Upaya penghentian aktivitas penambangan menyusul adanya warga Borobudur yang menanyakan ikhwal proses perizinan tambang sekitar seminggu lalu. Meskipun sebatas menanyakan izin, pemkab mengambil langkah taktis demi mencegah konflik horizontal. “Warga memang tak menyampaikan akan menambang dimana dan kapan. Tapi setelah itu ada temuan aktivitas illegal,” lanjutnya.

Untuk tindak lanjut penambangan ilegal, kasus tersebut telah dilaporkan ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

Luis menegaskan, tak ada satupun wilayah Kabupaten Magelang yang menunjukkan adanya kandungan emas. Kendati demikian, dia mengaku kesulitan meneliti kandungan mineral Perbukitan Menoreh. Selain tak dilengkapi alat memadai, kewenangan bidang ijin pertambangan ada di tangan Pemprov Jawa Tengah.

“Jadi, seandainya punya alat pun kami repot untuk penelitian,” imbuh Nur, Kasi Mineral, Bidang ESDM.

Kendati demikian, Nur menilai, pemkab seharusnya bisa melakukan penyelidikan secara mandiri. Untuk mendeteksi kandungan mineral di wilayah Menoreh. Langkah itu guna menghindari kejadian serupa.

Nur membeberkan bahwa pada 2014-205, PT Aneka Tambang (Antam) pernah mengajukan penelitian di kawasan yang memungkinkan mengandung mineral logam emas. lokasi yang diteliti di sekitar Lapangan Tembak, Kecamatan Salaman. Namun, sampai sekarang tak ada kelanjutannya. Sebab, hasil studi yang dilakukan tim Antam tidak menunjukkan adanya keuntungan yang bisa diperoleh.(ady/yog/ong)

Magelang