Harnum Kurniawati/Radar Jogja
HARUS LEBIH KUAT: Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito bersama Wawali Windarti Agustina saat meninjau pembangunan kembali talud Taman Cempaka yang ambrol.

MAGELANG – Talud di Taman Cempaka yang beberapa waktu lalu ambrol, mendapat perhatian Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito. Sigit pun kemarin (2/3) meninjau langsung pembangunan talud bersama Wawali Windarti Agustina.

Sigit mengaku kecewa dengan jebolnya talud yang belum lama selesai dibangun itu. Namun ia mengapresiasi rekanan yang mau bertanggung jawab dengan memperbaikinya. Turut mendampingi Sigit, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Deddy Eko Sumarwanto, Kabag Pembangunan Taufik, dan beberapa kepala SKPD.

“Saya kecewa dengan jebolnya talud, tetapi tanggung jawab penyedia kontruksi perlu diapresiasi. Termasuk tanggung jawab konsultan dan pengawas. Rekanan siap memperbaiki dengan spesifikasi konstruksi yang lebih baik,” ujar wali kota.

Sigit meminta kepada pihak rekanan untuk segera menyelesaikan perbaikan, kalau bisa sebelum akhir Maret ini. Tidak hanya perbaikan yang jebol, ia juga meminta retakan tanah yang ada ikut diperbaiki.

“Rekanan sudah sanggup memperbaiki hingga selesai. Termasuk akan memasang sirip atau penopang supaya tidak ambrol lagi. Saya harap perbaikan segera selesai, supaya masyarakat bisa menikmati Taman Cempaka,” katanya.

Kepala DPU Kota Magelang Deddy Eko Sumarwanto mengungkapkan, pihaknya sudah meminta kontraktor untuk memperbaiki talud secepatnya. Ambrolnya talud ini masih tanggung jawab rekanan, mengingat masih dalam perawatan.

“Setelah talud ini selesai diperbaiki, masa perawatan akan kembali berlaku enam bulan berikutnya. Pihak rekanan sudah menyanggupi,” ungkapnya.

Deddy menjelaskan, panjang talud yang ambrol sekitar 30 meter, tinggi 3,7 meter, dan tebal 30 cm. Talud yang ambrol ini kemudian dibangun kembali dengan panjang dan tinggi yang sama, namun dengan ketebalannya ditambah menjadi 40 cm.

“Ketebalan ditambah agar lebih kuat dan dipasang 18 sirip di sepanjang talud dengan panjang 85 meter. Kami tidak memberi batas waktu, namun segera diselesaikan tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya. (cr1/laz/ong)

Magelang