MUNGKID – Wakil Bupati Magelang M Zaenal Arifin mengusulkan agar pasar penampungan Muntilan dibenahi. Hal ini terkait temuan Wabup soal infrastruktur yang dinilai belum memadahi. Di antaranya jalan yang terlalu sempit dan saluran drainase yang dinilai berpotensi mengakibatkan banjir.

Wabup menyayangkan infrastruktur jalan yang membelah pasar tersebut. Jalan itu dinilai sangat sempit, sehingga bakal kesulitan saat ada dua mobil berpapasan. Padahal, nanti kendaraan bongkar muat pasti akan lewat sana. “Saya usul dibuat jalan lingkar,” katanya kemarin (29/2).

Dia berharap sebelum para pedagang menempati pasar tersebut, penyedia jasa untuk memperbaiki. Hal ini karena masih dalam masa perawatan. Wabup pun sudah mengecek langsung pasar penampungan itu, dan ada beberapa titik yang sudah rusak. Padahal proyek pasar penampungan pedagang Muntilan senilai Rp 7,8 miliar.

“Atapnya sudah pada lepas. Saya sudah mengecek ke sana dan langsung saya minta diperbaiki,” pintanya. Selain itu, dia juga menemukan kualitas drainase yang dinilai kurang layak. Karena ketinggian saluran drainase dengan saluran pembuangan akhir lebih pendek. “Saya yakin kalau hujan deras pasti banjir,” katanya.

Seharusnya di lokasi pasar penampungan itu dibuat semacam resapan untuk membuang air. Kalau tidak ada itu, dipastikan banjir dan pasar akan menjadi kotor serta becek. Akibatnya kenyamanan pedagang dan pembeli terganggu. Padahal, para pedagang akan menempati pasar sekitar tiga tahun.

“Saya minta dibenahi. Tapi sepertinya pelaksana pembangunan masih belum percaya kalau belum melihat saat hujan deras,” tuturnya.

Pemkab Magelang akan mulai melakukan pembangunan Pasar Muntilan pada Juli mendatang atau pasca-Lebaran tahun ini. Pembangunan pasar ini mundur lima bulan lantaran adanya sejumlah tuntutan dari pedagang.

Pembangunan Pasar Muntilan menelan anggaran Rp 115 miliar dan direncanakan selesai tahun 2018 mendatang. Selama pembangunan, pedagang akan berjualan sementara di Pasar Sementara. (ady/laz/ong)

Magelang