ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
KULTUM: Usai tarawih, Zaenal Arifin mengajak masyarakat Ngablak melestarikan gotong royong.
MUNGKID – Masyarakat Ngablak diminta melestarikan dan meningkatkan budaya gotong royong yang kini mulai luntur. Gotong royong serta musyawarah mufakat merupakan ciri masyarakat Indonesia.
“Jangan hilang atau luntur. Karena dengan itu kesatuan dan persatuan di masyarakat tetap terjaga,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP di hadapan jamaah tarawih saat di Masjid Al Hidayah, Klabaran Sumberejo, Kecamatan Ngablak, kemarin (296).
Menurut Zaenal, Kabupaten Magelang memiliki wilayah yang luas serta penduduk yang heterogen. Sehingga dibutuhkan toleransi di antara penduduknya. Dengan toleransi hubungan antarmasyarakat, jadi lebih baik. Ke depan, kondusivitas wilayah akan terjaga.
Pada kesempatan tersebut, bupati berpesan pada masyarakat untuk memberikan pengawasan pada anaknya. Karena belakangan kondisi lingkungan, kondisi pergaulan berpengaruh tteradap perkembangan anak.
“Juga pada para kepala desa, saya minta meningkatkan komunikasi yang saat ini sudah baik terhadap jajaran. Hingga yang paling bawah, kadus, RT/RW, bahkan pada masyarakat di desanya,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, juga dikatakan masyarakat di desa masih menjunjung tinggi budaya gotong royong. Ini dibuktikan selama Ramadan, setiap sore para perempuan bergotong royong memasak untuk keperluan berbuka puasa 400 orang jamaah masjid Al- Hidayah.(ady/hes/ong)

Magelang