ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
TABLIGH AKBAR: Kalimat tahlil yang tertulis dalam kain sepanjang 2,5 kilometer dibentangkan umat muslim yang tergabung dalam FUI Magelang Raya saat turun ke jalan Magelang-Jogjakarta, Kecamatan Muntilan.
MUNGKID – Ribuan umat muslim yang tergabung dalam Forum Umat Islam Magelang Raya (FUI) turun ke jalan Magelang -Jogjakarta, Kecamatan Muntilan, Minggu (13/6).Aksi yang dilakukan menjelang Ramadan tersebut dilakukan dengan mengusung berbagai atribut organisasi umat Islam. Mereka menyemarakkan kehadiran bulan suci dengan suka cita. Bentangan kalimat tahlil “Lailahaillah” di kain putih sepanjang 2,5 kilometer mewarnai aksi umat Islam di Jalan Pemuda, Muntilan. Aksi diawali Tabligh Akbar di Masjid At Taubah Terminal Muntilan pukul 10.00. Acara dilanjutkan dengan Parade Tauhid dan Konvoi Taaruf Ramadan dengan tajuk “Waspadai Bahaya Laten Komunis dan Syiah Merusak NKRI”.Pada acara tersebut, dihadiri Ketua DPD FPI Jawa Tengah Shihabudin, Ketua DPW FPI Kabupaten Magelang Farid Alwan, Perwakilan GPK, Aliansi Patriot Nusantara, Brigade Hizbullah, Hidayatullah, Kokam, Tapak Suci, Umar Bin Khatab, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, dan lainnya.Sementara, dari luar Magelang, hadir Perwakilan Mualaf Center Jogjakarta Hanif Kristianto, FUI Jogjakarta Umar Said, dan perwakilan umat Islam dari daerah tetangga yang juga meramaikan acara tersebut.Ketua FUI Magelang Raya Abu Faris mengatakan, aksi ini untuk mem-peringati datangnya bulan suci Ramadan. Bentangan kalimat Tahlil sebagai gambaran para umat Islam sambung menyambung menjadi satu. Mereka melepaskan bajunya masing-masing dan berdiri dalam satu bendera. “Sambung menyambung tanpa membedakan golongan umat Islam manapun untuk menyongsong Ramadan. Ramadan merupakan mo-mentum bersatunya umat Islam dengan harapan mampu memberikan kemaslahatan, memberikan bantuan riil masalah-masalah yang ada di masyarakat,” jelasnya. Pada acara tersebut, mereka juga menyoroti permasalahan yang dewasa ini terjadi di Kabupaten Magelang. Ajaran membahayakan seperti paham komunis dan syiah diduga muncul di wilayah ini. Setelah mendapat per-tentangan di kota besar seperti Solo, Jogjakarta, dan lainnya, ajaran mem-bahayakan itu mulai masuk di Magelang. Kajian-kajian paham tersebut dila-kukan di beberapa tempat. Seperti Kecamatan Dukun, Ngablak, Kota Magelang, dan lainnya.”Fatwa MUI jelas,syiah merupakan ajaran yang melenceng. Wrga Magelang jangan sampai terlibat di kegiatan syiah. Pemerintah semoga bisa mengantisipasi dini dengan merebaknya ajaran itu,” tegas Abu Faris yang di-kenal sebagai takmir Masjid At Taubah ini. Anang Imamuddin, salah satu Mus-limin dari Muntilan menjelaskan, saat ini merupakan momentum ber satunya umat Islam Magelang menyambut Ramadan. Memperingati bulanini, ia mengingatkan, perlunya peringatan bagi masyarakat agar menutup tempat maksiat. (ady/hes/ong)

Magelang