MUNGKID – Perwakilan pe-dagang kaki lima (PKL) di Mer-toyudan Corner mendatangi gedung DPRD di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid, kemarin (3/6). Mereka mengadu ke wakil rakyat, lantaran masa sewa lahan berjualannya hampir habis. Pe-dagang menyampaikan uneg-unegnya ke pimpinan DPRD dan perwakilan Pemkab Magelang.Sewa lahan jualan akan habis dalam lima bulan. Hingga se-karang, Pemkab Magelang belum memberikan kepastian terkait status lokasi tanah. Ada 40 pe-dagang yang beroperasi di sana.”Sewanya hampir habis. Kami mau disuruh pindah ke mana,” keluh Ketua Paguyuban PKL Mertoyudan Corner Zaenal A.Menurut Zaenal, pedagang sebenarnya tidak menuntut untuk bertahan di lokasi tersebut. Asal-kan mendapatkan lokasi yang juga strategis. “Kami ada pandangan lahan yang cukup strategis dan harga-nya jauh lebih murah,” katanya.Wakil Ketua DPRD Suharno berharap, pemkab bergerak cepat menanggapi kondisi tersebut. Jika harus pindah lokasi lain, pemkab segera membangun infrastukturnya. Ia khawatir, jika masalah ini tidak segera diselesaikan, pe-dagang terganggu aktivitasnya. “Saat ini, sentra PKL sudah ramai dikunjungi pembeli,” jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto me-ngatakan, ada kesan Pemkab Magelang terlalu memaksakan membeli tanah tersebut. Padahal harga tersebut jelas melebihi perhitungan tim apresial yang hanya Rp 3,5 juta per meter. Untuk itu, pihaknya minta Pemkab Magelang mencari lokasi lain yang strategis untuk menampung pedagang berjualan.”Karena ini tinggal beberapa bulan lagi dan anggaran pe-ngadaan tanah sudah tersedia di APBD Rp 17 miliar,” terangnya.Menurutnya, dengan per-mintaan pemilik tanah yang terlalu tinggi, dewan tidak berani menyetujui anggaran tambahan. Karena melebihi perhitungan tim apresial.Kabid Asset Daerah DPPKAD Kabupaten Magelang Ganis Hari Saktiyono mengatakan, tengah berupaya mencari alter-naif lokasi lain menampung PKL. Menurutnya, jika mengacu plafon anggaran yang ada, pembelian lahan di lokasi tersebut tidak memungkinkan.”Masukan ini jadi sumber bagi kami untuk ditindaklanjuti,” katanya. (ady/hes/ong)

Magelang