ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
SOALE RAME: Para pedagang korban kebakaran SKMB di kompleks TWC Borobudur belum mau direlokasi. Mereka beralasan tempat relokasi sempit dan tidak ramai pengunjung. Saat ini para pedagang masih berjualan di zona I dan II kompleks Candi Borobudur.
MUNGKID – Pedagang korban ke-bakaran Sentra Kerajinan dan Ma-kanan Borobudur (SKMB) di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Boro-budur masih belum mau direlokasi. Mereka masih berjualan di zona I dan II sekitar Candi Borobudur. Alasan penolakan mereka, tempat relokasi dinilai terlalu sempit.”Tempat jualan yang disediakan terlalu sempit, sekitar 1,5 x 2 meter persegi. Tempat ini tidak leluasa un-tuk digunakan memajang barangdagangan,” keluh Yam, 52, salah satu pedagang, kemarin (3/6).Menurut Yam, relokasi yang di-sediakan tidak mungkin nyaman ditempati. Ia menilai, lokasinya sumpek dan dinillai terlalu panas. Meski tempat relokasi dinilai terlalu sempit, bukan berarti pedagang tidak mau di relo-kasi. Bahkan, mereka belum mau direlokasi, karena pedagang me ngaku belum semuanya mendapat jatah tempat relokasi yang baru tersebut.
Pasar penampungan sementara itu dibangun di belakang Museum Karmawibangga.Para pedagang mengaku, peluang mengais rezeki dari pengunjung Candi Borobudur lebih besar bila mereka berjualan di lokasi tersebut. Karena, semua wisatawan yang turun dari puncak candi, pasti melintasi jalan di depan lapak mereka.Karena pedagang belum mau di-relokasi, pasar penampungan semen-tara hanya seperti lorong yang kosong. Praktis, bangunan yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 900 pedagang tersebut, terkesan mubadzir.Upaya relokasi pedagang juga di-lakukan. PT TWC Borobudur meng-gandeng aparat kepolisian meng imbau pedagang pindah ke pasar penam-pungan yang disediakan. PT TWC Borobudur belum mau menanggapi persoalan itu. (ady/hes/ong)

Magelang