MAGELANG – Sikap partai politik (parpol) yang berhasil mendudukkan kadernya di DPRD Kota Magelang dangan partai yang yang tidak memiliki wakil di dewan hampir sama. Mereka terus menjajaki kemungkinan-kemungkinan berkoalisi. Seperti yang dilakukan DPC PKPI Kota Magelang.
“Kami masih penjajakan,” kata Ketua DPC PKPI Kota Magelang Sriyanto kemarin (21/5).
Sikap partai gurem seperti PKPI justru lebih realistis. Mereka ingin mengusung calon yang bisa membawa Kota Magelang lebih baik. Karena itu, PKPI justru lebih fokus mencari personal yang bisa dibawa dan didukung ke koalisi, untuk maju menjadi calon melawan incummbent.
“Ada beberapa tokoh yang sudah komunikasi dengan kami. Tapi sampai sekarang kami belum menentukan sikap,” ungkap Sriyanto.
Sriyanto mengaku dalam perolehan suara Pileg April 2014 lalu gagal. Salah satunya tidak bisa mengusungkan calon dari partainya.
“Meski begitu, kami optimistis bisa mendukung calon yang menurut kami sesuai visi dan misi, demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Mantan anggota DPRD ini menambahkan, kendati akan memberi dukungan terhadap figur tertentu, sampai saat ini belum ada parpol lain yang mengajak berkomunikasi.
“Kami sadar diri lah. Sebab walaupun sudah berkoalisi dengan parpol lain yang tidak dapat kursi di DPRD, kuota untuk mengusung calon sendiri juga masih kurang. Alternatifnya, kami hanya memberi dukungan calon-calonnya saja,” imbuhnya.
Sikap PKPI menambah daftar partai politik di Kota Sejuta Bunga yang mayoritas belum menentukan sikap jelang pilkada tujuh bulan mendatang. Sebelumnya, Partai Golkar (PG) dengan perolehan empat kursi di DPRD, masih sibuk menggelar komunikasi dengan parpol lain.
Demikian juga dengan partai perolehan suara ketiga pileg lalu, Partai Demokrat (PD), yang sampai saat ini belum mengadakan koalisi. Hal yang sama terjadi pada PKS, PKB, Nasdem, maupun Hanura. Termasuk Partai Gerindra yang mendapat dua kursi, masih terkesan meraba-raba atmosfer jelang pilkada.
Melihat kenyataan ini, otomatis baru PDIP sebagai satu-satunya parpol yang telah membuka bursa calon wali kota dan wakil wali kota periode 2015-2020. Meski begitu, partai yang digdaya dalam Pileg 2014 dan membawa tujuh kursi di DPRD tersebut, sampai saat ini belum menentukan siapa calon yang akan diangkat.
Seperti diketahui, ada 14 bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang sudah mendaftar melalui partai berlambang banteng mencereng ini. Penjaringan sendiri dilakukan sejak Januari lalu. Sampai saat ini, belasan bakal calon belum mendapat rekomendasi dari DPP PDIP.(dem/hes/ong)

Magelang