MAGELANG – Pameran Magelang Tempo Doeloe (MTD) 2015 yang dibuka 13 Mei, telah berakhir semalam (17/5). Di akhir pelaksanaan, hadir pasar klithikan. Ini terlihat dari sejumlah pedagang suvenir dan kolektor benda antik ikut meramaikan acara dengan menjajakan barang dagangan di Alun-alun Kota Magelang.
MTD 2015 tidak hanya diramaikan 80 stan yang menawarkan beragam kuliner, kebutuhan rumah tangga, pakaian, dan atribut tempo dulu. Namun, juga diramaikan sejumlah pedagang klithikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Belasan pedagang suvenir dan batu mulia (akik) dari Jakarta, Bandung Jawa Barat, Jawa Timur, dan lainnya rela datang untuk menjajakan barang-barang antik tersebut. Selain akik, para pedagang juga menjual suvenir kuno. Misal, korek api, lampu, pernak-pernik, hiasan, dan onderdil sepeda ontel yang dijual dengan harga bervariasi.
Ahmad Fai, 32, pedagang onderdil sepeda onthel dan suvenir kuno tak mau menyia-nyiakan peluang bisnisnya di acara pameran MTD Kota Magelang. Ia datang dari Bekasi Timur, Kota Bekasi untuk menjual benda kuno diproduksi tahun 1900-an.
“Yang saya jual kebanyakan koleksi saya. Saya mendapat barang-barang tersebut, karena sering ikut pameran seperti ini,” ungkap Ahmad.
Suvenir yang dijajakan, lanjut Ahmad, mayoritas benda antik yang diperoleh dari hasil perburuannya. Ahmad mengaku, setiap bulan selalu keliling kota di Indonesia mendapatkan benda-benda kuno tersebut.
“Lalu saya jual lagi. Paling murah untuk onderdil sepeda onthel dari Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta tiap biji. Yang paling mahal velg onthel tahun 1900, dibandrol Rp 2 juta,” jelasnya.
Ia meneruskan, dari sekian benda yang dijual, paling laris adalah korek api yang diproduksi mulai tahun 1910 sampai 1960. Menurutnya, harga terpengaruh kondisi dan usia usia benda tersebut.
“Semakin tua semakin mahal. Korek api tadi laku sampai Rp 200 ribu,” katanya.
Selama empat hari jualan di Magelang, Ahmad mengaku keuntungannya cukup besar, sebesar Rp 1 juta. Dominasi pelanggannya adalah kolektor barang antik. Namun, tidak sedikit masyarakat awam yang doyan dengan benda-benda kuno miliknya.
“Kalau dibanding dengan akomodasi dari Bekasi ke Magelang, cuma kosong-kosong untungnya. Tapi saya jualan ini semata bukan hanya cari keuntungan, karena sekalian nyalurkan hobi,” ungkapnya.
Dibandingkan even sebelumnya, pameran MTD Kota Magelang paling semarak. Acara ini sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.109 Kota Magelang.
“Untuk memberi pengetahuan, pemahaman, sekaligus edukasi. Terutama kalangan generasi muda supaya mereka tahu historis Kota Magelang yang merupakan kota tertua kedua di Indonesia,” imbuh Ketua Panitia MTD Heri Nurdiyanto.
Heri menyebut, even ini cocok sebagai wahana memperkenalkan sejarah bagi generasi muda. Tak ayal, selain benda antik lainnya, pihaknya sengaja mendatangkan mobil kuno yang pernah digunakan Presiden RI pertama Soekarno.
“Kami juga memajang 300-an foto Magelang tempo dulu. Ada 20 sepeda kuno, 20 sepeda motor kuno, dan 40 mobil kuno yang ditampilkan selama empat hari,” katanya.(dem/hes/ong)
Selain Batu Akik, Korek Api Ramai Dibeli

Magelang