FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
DIBEKUK: Robi Hariyanto (tengah) berhasil diamankan Polres Magelang Kota. Ia dikenal sebagai pencuri spesialis pikap.
MAGELANG – Penjahat spesialis pencuri mobil bak terbuka atau pikap dibekuk aparat Polres Magelang Kota. Tersangka Robi Hariyanto, 32, warga Desa Cam-pursari, Kreteg, Wonosobo ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Ia ditangkap dari informasi dari warga. Dikatakan, pelaku me-rupakan pemain, sebutan pelaku pencurian yang lama beroperasi.”Ada warga yang menginforma-sikan, kalau ia merupakan pemain yang beberapa kali melakukan pencurian. Setelah ditangkap, be-nar dia salah satu pencuri yang kami cari-cari selama ini,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Zain Dwi Nugroho dalam gelar perkara, kemarin (10/12).
Kejadian pencurian berlang-sung pada 23 Juni 2014 dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Perum Korpri, Kramat Selatan, Kota Magelang. Robi mencuri pada malam hari bersama dua orang temannya yang berperan sebagai eksekutor.”Dua temannya yang berinisial UG dan MJ masih buron sampai sekarang. Robi tidak bisa menunjukkan keberadaan dua orang tersebut yang salah satunya tidak ia kenal. Kami masih terus memburu dua tersangka hingga tertangkap,” tegasnya.
Kasubag Humas Polres Mage-lang Kota AKP Esti Wardiani menambahkan, dalam melan-carkan aksinya, pelaku meng-gunakan mobil rental Toyota Avanza bernopol H9014S dari perusahaan rental di Wonosobo. Mereka mencuri mobil pikap Suzuki Futura AA1827HA milik Edi Suyono, warga Perum Korpri.”Mencuri dengan melepas pengikat kaca bagian belakang saat mobil diparkir di luar rumah. Setelah berhasil merusak, me-reka menyalakan mobil dan lang-sung membawa lari. Hingga kini, mobil hasil curian masih dibawa lari dua buronan itu,” tuturnya.
Aparat hanya mampu menyi-ta barang bukti mobil rental yang digunakan pelaku beraksi. Se-mentara mobil hasil curian belum diketahui keberadaannya. Ter-masuk Robi yang mengaku tidak mengetahui keberadaan mobil dan dua rekannya tersebut.”Yang saya kenal cuma satu, satunya tidak kenal. Saya tugas-nya hanya sopir. Mereka yang eksekusi. Saya dibayar Rp 500 ribu sekali beraksi,” paparnya.
Selama ini, Robi mengaku em-pat kali mencuri. Yaitu, di Perum Korpri, Armada, Kebonpolo, dan Kampung Nambangan. Semua sasarannya mobil pikap.Robi mengaku, tertarik men-curi karena tergiur uang. Uang yang diperoleh untuk membeli sandal dan makan keluarga. Atas perila-kunya ini, Robi terancam kurung-an lima tahun penjara karena melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian. (dem/hes/ong)

Magelang