Rotasi Jabatan Diduga Dampak dari Pilkada

MUNGKID – Polemik rotasi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang terus bergulir. Bupati Magelang Zaenal Arifin enggan menanggapi persoalan rotasi jabatan terhadap pejabat.Zaenal hanya menyatakan, rotasi jabatan merupakan salah satu kebutuhan organisasi di Pemkab Magelang untuk menjalankan roda pemerintahan.
“Urusan internal kami di birokrasi. Ini ber-kaitan dengan kebutuhan organisasi,” kata bupati, ditemui usai acara pelantikan pimpinan DPRD definitif di Gedung Dewan Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid, kemarin (30/9).Bupati tidak menjelaskan penyebab beberapa pegawai negeri sipil (PNS) diturunkan jabatannya. Ia malah meminta pewarta me-nanyakan langsung ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Magelang.
“Nanti di BKD, di BKD saja ya,” kata Zaenal sembari berlalu menuju mobilnya.Seperti diketahui, Pemkab Magelang merotasi 177 pejabat. Mutasi dilaksanakan akhir pekan lalu. Banyak di antara mereka yang naik jabatannya.Ketua DPRD Kabupaten Ma-gelang Saryan Adi Yanto me-nyayangkan rotasi yang jabatan yang dilakukan Pemkab Mage-lang. Alasannya, beberapa jaba-tan yang dirotasi tersebut ada yang tidak tepat. “Misal, di posisi penting masih ada yang berstatus pelaksana tugas, tidak definitif. Seperti di Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, belum ada kepala dinas definitif. Serta di Bappeda, juga belum definitif,” kritik Saryan.
Selain dari ketua DPRD, kriti-kan terhadap rotasi jabatan juga dilontarkan Ketua Forum Ma-syarakat Kabupaten Magelang Bersatu Gunadi Yusuf. Ia men-duga ada unsur politik balas budi dalam mutasi jabatan era kepemimpinan Bupati Zaenal Arifin. Terutama terkait Pilkada Kabupaten Magelang. “Analisa kami, jelas tidak sehat untuk program pemerintah ke depan,” katanya.Dari catatan di BKD Kabupaten Magelang, mereka yang di mutasi ke jabatan lebih rendah adalah Dwi Koendarto, yang sebelum-nya menjabat Kabid ESDM Dinas Pekerjaan Umum Energi Sum-berdaya Mineral (DPU ESDM) dimutasi jadi Kasi di Kantor Ke-camatan Mungkid. Bintoro, se-belumnya Kabid di Dinas Per-dagangan dan Pasar, kini men-jadi Kasi Kecamatan Tegalrejo. Sedangkan Susanto, sebelumnya Kabid di Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Dis-nakersostran) menjadi Kasi di Kecamatan Secang.
Hal sama dialami Moch Fauzi Yanuar. Ia sebelumnya Sekre taris Kecamatan Dukun, dan dimu-tasi menjadi Kasi di Kecamatan Ngluwar. Ada beberapa nama lain yang juga mengalami pe-nurunan jabatan. Dari eselon III B ke eselon IV A. Mereka yang mengalami penurunan jabatan, diduga terkait Pilkada Kabu paten Magelang Oktober lalu. Di mana, mereka menjadi pendukung pasangan calon Rohadi Pratoto dan Achadi.Gunadi menilai, lebih baik bupati bersikap objektif dalam menentukan jabatan anak buahnya. Termasuk mengajak musuh politiknya bersama-sama membangun Kabupaten Magelang yang lebih baik. Anggota DPRD Kabupaten Magelang Sarwo Edi menam-bahkan, rotasi merupakan hal yang wajar. Ia berharap Bupati Magelang objektif menempatkan pegawainya. Yaitu berdasar kapasitas dan profesionalitas PNS. “Jangan hanya rotasi jabatan berdasarkan like and dislike,” sergahnya. (ady/hes/nn)

Magelang