MUNGKID – Warga Dusun Rejosari III, Desa Grabag, Kecamatan Grabag dikagetkan temuan jenazah di sebuah rumah warga setempat. Ibu muda bernama Rina Aprilia, 24, diketemukan meninggal dunia di ruang keluarga rumahnya, dini hari kemarin (30/9). Diduga, Rina merupakan korban pem bunuhan oleh suaminya Hendri Bayu Irawan, 25, warga Ngabean, Kecamatan Secang.Peristiwa bermula saat terdengar suara tangisan anak dari dalam rumah korban. Tetangganya Sumiyati, 45, mencoba mendekat rumah tersebut. Ia berupaya masuk ke rumah melalui pintu samping, karena pintu depan terkunci. “Saya mendengar tangis anak korban yang bernama Andika Refa Pratama, 6,” ungkap Sumiyati, kemarin (30/9)
Ia tak menyangka, justru men-dapati korban dalam kondisi meninggal dunia di ruang ke-luarga. Posisinya tengkurap de-ngan darah segar mengalir dari hidung. Setelah menenangkan anak korban, ia lantas berteriak minta tolong. Polisi datang tak lama kemudian.Dugaan sementara, korban dibunuh suaminya, Hendri Bayu Irawan, warga Ngabean, Secang. Belakangan keluarga muda ini terlibat pertengkaran yang ber-ujung rencana perceraian.Kapolres Magelang AKBP Mur-bani Budi Pitono didampingi Kasat Reskrim AKP Samsu Wirman menyatakan, hasil pe-nyelidikan beberapa barang berharga milik korban diketahui raib. Di antaranya, gelang 26 gram, kalung panjang dan ban-dul 20 gram, BlackBerry, tablet, cincin 4 gram, dan uang Rp 5 juta. Beberapa barang seperti kalung dan handphone juga sempat tercecer. “Suami korban meninggalkan rumah usai ke-jadian itu,” katanya.
Dijelaskan, korban diperkira-kan dibunuh sekitar pukul 00.00-02.30 pagi. Sebelum kejadian, suami korban terlihat ada di rumah. Hingga kini, pihaknya belum bisa memintai kete rangan suami korban.Petugas kepolisian terus mela-kukan penyelidikan kasus tewas-nya penjual bakso tersebut. Me-reka masih mendalami soal ke-terkaitan dengan peran suaminya. “Karena, suaminya belum dike-tahui keberadaannya,” katanya.Korban meninggalkan dua anak yang masih kecil. Yakni Andika Refa Pratama, 6, dan Dinda Sela Aquina, 2. Selain meme-riksa sejumlah saksi, kepolisian juga membawa korban ke RSUP Sardjito Jogjakarta untuk ke-perluan otopsi. Usai diotopsi, korban dibawa ke rumah duka pukul 13.30. (ady/hes/nn)

Magelang