Sehari dalam Kelas Inspirasi di 10 Titik Sekolah

MAGELANG – Gagasan Anis Baswedan mengadakan kelas inspirasi (KI) coba di-terapkan pada 10 titik sekolah di kabupaten dan Kota Magelang. Puluhan relawan di-dampingi para fasilitator mengajar selama sehari penuh. Para relawan berasal dari berbagai profesi dan keahlian.Seperti di SD Negeri Mertoyudan 1 Ka-bupaten Magelang. Di sini, delapan relawan mengajar di sekolah yang berada di pinggir Jalan Mayor Bambang Sugeng, Mertoyudan tersebut. Di antaranya, Arya Pradana yang mengklaim sebagai dokter Timnas U-23, Ladrang Kunto Anurogo (notaris/PPAT), Arlilin Mahendri (penari), Andika Bangun Manggala (kartunis), dan lainnya.
“Mereka mencoba meng-inspirasi para siswa agar termo-tivasi ahar lebih giat belajar dan semangat mengejar cita-cita,” kata Santi Puji Utami, seorang fasilitator, kemarin (29/9).Ladrang yang mengajar Kelas IV saat itu memberikan moti-vasi agar para siswa mau men-cintai dan berusaha senang dengan pelajaran yang ada. “Kalau senang dan mencintai, segala sesuatunya bakal mudah. Seperti kalau main game, be-gitu senang. Mau model tanta-ngan seperti apa akan bisa di-kalahkan atau hadapi,” kata Ladrang lantang.Di SDN Bulurejo 1 Jalan Cawang Baru, Bulurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, sebanyak delapan relawan KI mengajar di kelas saling bergantian selama sehari. Mereka didampingi tiga fasilitator dan tiga dokumenta-tor yang jadi satu tim. Fasilitator di tempat tersebut Tazkia me-ngatakan, kelas inspirasi me-rupakan program kecil dari Indonesia Mengajar (IM). Lebih kecil, karena durasi pelaksana-an program yang singkat. Hanya, satu hari.
“Kalau IM bisa sampai setahun. Sementara, KI hanya sehari dan menjalar di sejumlah daerah. Pelaksanaannya pada hari aktif sekolah dengan waktu mengajar selama jam sekolah,” tegasnya.Wanita asal Temanggung ini melanjutkan, program ini ber-sifat swadaya para relawan yang ikut. Para relawan berasal dari berbagai latar belakang profesi. Seperti apoteker, marketing, pengajar, direktur, protokol, penyiar radio, dan jurnalis. “Kami tidak mendapat dana dari sponsor. Kami swadaya dari saku masing-masing dan beberapa donatur yang ikhlas namanya tidak dipublikasikan,” kata perempuan yang juga seorang entrepreneur ini.Program ini, berbentuk pem-berian materi pelajaran pada siswa sesuai dengan profesi relawan. Misal, relawan dari apoteker mengajar ilmu pe-ngetahuan obat-obatan. Lalu jurnalis yang berisi seputar dunia jurnalistik dan fotografi.
“Para pekerja ini memberi wawasan seputar profesi kami. Harapannya, mereka termoti-vasi untuk giat belajar dan men-capai apa yang dicita-citakannya. Misal, ada yang ingin menjadi direktur bisa langsung belajar dengan relawan dari direktur,” katanya.Program ini mendapat sambu-tan hangat pihak sekolah. Ke-pala SDN 1 Bulurejo, Suparmadi,58 mengatakan, program yang di-prakarsai Rektor Universitas Paramadina dan bermanfaat bagi anak-anak. Terutama dalam memotivasi semangat belajar mereka. “Anak-anak seusia mereka membutuhkan motivasi agar giat belajar. Adanya program kelas inspirasi diharapkan anak-anak terinspirasi. Minimal bisa menjadi seperti para relawan,” katanya.Dikatakan, sekolah ini berdiri sejak 1977. Ini bermula dari dua sekolah berbeda yang digabung menjadi satu. Total ada 72 siswa dengan tujuh guru PNS dan empat honorer. Para siswa mayoritas dari kalangan keluarga menengah ke bawah. “Kebanyakan orang tua siswa adalah buruh. Meski begitu, prestasi mereka sangat bagus. Pernah murid kami meraih juara tiga Popda Jateng 2014 bidang tenis lapangan atas nama Karo-lina Mata Sanjaya, yang sekarang anaknya sudah lulus dan seko-lah di SMP negeri di kota,” ka-tanya. (dem/hes/nn)

Magelang