MUNGKID – Teka-teki temuan batu andesit dan batu bata di Kompleks Candi Mendut, Keca-matan Mungkid terus diungkap. Tim ekskavasi Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan ka-jian dan penyelidikan terhadap temuan tersebut. Bahkan, BKB berencana membuka akses bagi wisatawan untuk melihat temuan tersebut.Kepala Seksi Layanan Konser-vasi BKB Iskandar M. Siregar mengatakan, masih terus me-lakukan ekskavasi hingga pekan ini. BKB juga akan memberi akses bagi wisatawan untuk melihat temuan tersebut. “Akan menjadi wisata edukasi bagi wisatawan nantinya,” tegas Iskandar.BKB tengah menganggarkan biaya untuk ekskavasi sebesar Rp 125 juta .
BKB berencana mempublika-sikan temuan tersebut pada wisatawan usai dilakukan pena-taan. Ekskavasi ini terus dilaku-kan bersama para arkeolog dari perguruan tinggi.Pada ekskavasi tahap pertama yang dilakukan mahasiswa UGM Jurusan Arkeologi, pada April lalu ditemukan struktur fon-dasi bangunan yang terbuat bari batu andesit. Di titik lain, di sisi utara Candi Mendut di-temukan struktur bangunan mirip selokan yang terbuat dari batu bata. “Temuan struktur batu andesit dan temuan struktur batu bata di kompleks Candi Mendut merupakan temuan yang unik. Selama ini, belum pernah dike-tahui bahwa di Kompleks Candi Mendut ada temuan candi lain. Apalagi yang terbuat dari batu bata. Temuan struktur batubata termasuk langka, jarang ditemu-kan di Jawa Tengah,” ungkap Arkeolog BKB Hari Setyawan.Menurut Hari, hal baru dari temuan bata kuno dan andesit yang diperkirakan dari masa yang sama tersebut. Temuan ini yang masih terus diidentifikasi fungsi dan bentuk dari bangunan itu sendiri. Dari 32 kotak eksvakasi yang sudah dibuka, belum ter-lihat jelas pola struktur bangunan tersebut. Termasuk, pola arsitektur bangunan di sekitar Candi Mendut, juga belum terlihat secara keseluruhan.
“Bulan ini, kami kupas struktur andesitnya. Waktu ditarik enam meter dari poros struktur ande-sit, kami menemukan struktur bata dari utara dan selatan. Ke-dua struktur ini diperkirakan dari masa yang sama dengan berdirinya Candi Mendut,” ka-tanya.Pihaknya belum bisa menge-tahui bentuk dari struktur ter-sebut, apakah berupa candi, altar, atau pendopo. Sejauh ini baru menemukan struktur dasarnya saja. “Struktur batuan andesit ini sudah masuk dalam catatan sejarah Belanda pada 1903 silam. Bahkan, terdapat foto dan de-nahnya yang terbuat dari tanah. Struktur andesit ini berbentuk persegi dengan ukuran 7,3 me-ter x 7,2 meter,” katanya.Ia menjelaskan, untuk trans-formasi bangunan, BKB masih melakukan studi dengan melihat artefak, pola runtuhan, dan stra-tigrafi tanahnya. Pekan ini, BKB akan melakukan identifikasi terkait struktur ini. Usai melakukan eskavasi, akan dilakukan upaya menata halaman dan tanah di sekitar candi. Term-asuk, ada akses bagi pengunjung dan bisa menjadi objek kun-jungan. (ady/hes/nn)

Magelang