MUNGKID – Pendidikan soal kepahlawanan bisa ditularkan pada kawula muda. Banyak cara, salah satunya dengan melakukan ziarah wisata kepahlawanan. Ini belum tentu cara yang paling efektif, tetapi ada usaha untuk menularkan jiwa heroisme pada anak-anak.
Sebanyak 200 orang, mengikuti kegiatan Ziarah Wisata Kepahlawanan di TMP Giri Dharmoloyo Cawang II Magelang. Mereka yang mengikuti kegiatan tersebut dengan gembira. Rata-rata memang masih muda. Seperti siswa sekolah, mahasiswa, tagana, pramuka, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan dan program keluarga harapan. Ada juga dari unsur yang lebih dewasa, seperti pelaku pembangunan (instansi pemerintah) dan pelaku sejarah.
“Nilai-nilai luhur yang telah ditunjukkan para pejuang dan pahlawan mulai memudar di era globalisasi dan desentralisasi dengan berbagai pengaruhnya. Pengaruh itu baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Kepala Bagian Kesra Kabupaten Magelang Bambang Marjono, kemarin (24/9).
Dikatakan, kegiatan ini sebagai bukti keperduliannya terhadap upaya pelestarian nilai kepahlawanan bagi generasi muda. Melalui kegiatan ziarah ini, dilaksanakan sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasa dan pengorbanan pahlawan bangsa.
“Dengan mengenalkan benda-benda peninggalan sejarah perjuangan bangsa pada para siswa, mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan sikap cinta tanah air akan tertanam,” tegasnya.
Menurut Bambang, pengaruh yang sering dilihat adalah sikap saling mementingkan diri sendiri atau kelompoknya. Juga muncul konflik antarwarga, suku, dan agama. Serta banyaknya generasi muda yang lebih membanggakan budaya luar dibandingkan dengan budaya dalam negeri. Ini perlu diwaspadai karena tata nilai luhur yang dimiliki masyarakat Indonesia bisa sirna, bila tidak dilestarikan.
“Karena itu, dengan kegiatan wisata ziarah kepahlawanan diharapkan generasi muda lebih bisa memahami dalam memaknai perjuangan para pahlawan, pejuang, dan perintis kemerdekaan,” katanya.
Kapala Seksi Kepahlawanan Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah Rudy Agus berharap, kegiatan ini terjadi tranformasi nilai- nilai kepahlawanan. Serta, keperintisan dan kesetiakawanan sosial pada generasi muda penerus bangsa.
“Sehingga bisa diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.(ady/hes)

Magelang