MAGELANG – Beberapa Alat Penanda Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau biasa disebut traffic light di Kota Magelang mulai diganti. Semula menggunakan tenaga listri. Kini, berubah menjadi tenaga matahari alias solar cell. Penggantian dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) kota Magelang. Tujuannya, menghemat listrik. Dalam tahap pertama, baru lima APIIL yang diganti.”Belum semuanya diganti. Masih bertahap,” ungkap Kepala Dishubkominfo kota Magelang Suko Tricahyo kemarin (7/9).Titik persimpangan yang kini diganti dengan APILL solar cell, antara lain pertigaan Jalan Pahlawan-Piere Tendean, Perempatan CPM Jalan A Yani-Veteran, Pertigaan terminal Soekarno-Hatta, Pertigaan Canguk, dan Perempatan Kebonpolo.”Untuk persimpangan Bayeman, Jalan Tidar-Tentara Pelajar sedang dibuka pelelangan di LPSE dengan nilai Rp275 juta,” paparnya.
Menurut Suko, perbedaan antara traffic light biasa dengan sistem tenaga surya hanya pada tenaga untuk menyalakan lampu. Pada posisi paling atas, ada semacam plat yang fungsinya menampung cahaya matahari untuk dikonversikan jadi tenaga listrik. Selain itu, di titik tersebut, juga disertai sistem sensor pendeteksi kendaraan.”Sistem ini bisa membaca kepadatan kendaraan yang terjadi. Kalau padat, lampu hijaunya yang lebih lama dan merahnya yang sebentar. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.Rencananya, selain lima target pemasangan solar cell di tahun ini, Dishubkominfo akan menambah titik-titik lain, yang termasuk jalan protokol kota. Sebab, pemakaian traffic light lama dinilai banyak menuai kendala. Terutama, saat listrik padam. “Otomatis traffic light yang lama juga padam. Petugas juga repot. Setelah diganti, lampu yang lama nanti dipindah ke perempatan lain. Wong kami masih punya banyak persimpangan kok,” kata mantan Kepala BKD Kota Magelang ini.
Suko memaparkan, harga satuan traffic light solar cell tersebut bervariasi, tergantung dari unit kebutuhan di tiap persimpangan. Misal, jika di persimpangan membutuhkan empat lampu, hanganya mencapai Rp 350 juta.”Untuk persimpangan T hanya Rp 275 juta. Contohnya di Bayeman. Tapi yang empat sudut lebih mahal, karena tiangnya, jumlah lampu, fase modul, dan lainnya juga berbeda,” tegasnya.Selain solar cell, Dishubkominfo juga memasang CCTV di tiga titik persimpangan. Menurutnya, segala upaya ditempuh untuk memberikan kenyamanan lebih pada masyarakat. Apalagi Kota Magelang menargetkan mampu meraih WTN pada 2014.”Selama ini, kami menggunakan alat penanda isyarat lalu lintas (APILL) yang biasa. Kebanyakan usianya sudah belasan tahun, karena didatangkan pada 1996 dan 2003,” katanya.(dem/hes)

Magelang