MAGELANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang melakukan perombakan organisasi dan melakukan rotasi pejabat struktural dan fungsional. Selain itu, perombakan juga dilakukan dengan melakukan perubahan dari empat bagian menjadi tiga. Otomatis, terjadi penggabungan dan nama baru terhadap bagian yang dipadatkan tersebut. Yakni Bagian Umum dan Perlengkapan menjadi Bagian Administrasi dan Keuangan. Sedangkan Bagian Keuangan dan Akuntansi berubah menjadi Bagian Hubungan Langganan. Sedangkan Bagian Teknik tidak berubah nama.”Sebagian besar nama Sub Bagian juga berubah namanya. Untuk jabatan fungsional yang baru adalah Pengawas pada Satuan Pengawas Internal,” kata Direktur PDAM Kota Magelang Hery Wibowo kemarin (4/9).
Dalam kegiatan tersebut, 19 pejabat yang dilantik dan dikukuhkan. Ada dua pejabat dipromosikan dan empat pejabat lainnya menjadi pejabat fungsional.”Sisanya, pejabat lama yang dikukuhkan,” paparnya.Hery meminta seluruh pejabat PDAM agar menjalankan amanah tersebut dengan baik. Tanggung jawab yang dijalankan pegawai juga tidak hanya ke kantor, melainkan pada pemilik, pemangku kepentingan. Terutama masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM.”Jangan sampai kami jalan di tempat, harus gerak cepat meningkatkan kinerja PDAM. Pelayan prima jangan sebatas wacana, namun harus benar-benar diterapkan untuk melayani pelanggan,” pinta Hery.Kasubbag Pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bagian Perekonomian Kota Magelang Cuk Harry Purnomo menjelaskan, perubahan nama bagian dalam struktur PDAM sesuai Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM. Salah satu aturannya, bila jumlah pelanggan PDAM dibawah 30 ribu, organisasi tersebut harus terdiri tiga kabag dengan maksimal 12 kasubbag.”Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Kota Magelang sekitar 27.400. Karena di bawah 30 ribu pelanggan, aturan Permendagri harus diterapkan,” katanya.(dem/hes)

Magelang