MUNGKID – Sepekan packapelepasan anggota DPRD periode lama 2009-2014, mobil dinas (mobdin) DPRD Kabupaten Magelang belum dikembalikan. Mobdin masih terlihat wira-wiri digunakan para wakil rakyat lama.Sebagian besar mobdin yang belum dikembalikan, dipakai pimpinan dewan dan ketua komisi-komisi.Dari 13 mobdin, hanya tiga unit yang sudah dikembalikan. “Yang belum mengembalikan mobil dinas dewan ada 10 unit. Jumlah itu tersebar di ketua komisi dan pimpinan dewan,” kata Sekretaris DPRD Kabupaten Magelang Mulyono, kemarin (3/9).
Menurut Mulyono, belum dikembalikanya mobdin karena masih dipinjam. Mengingat beberapa anggota dewan lama terpilih lagi menjadi anggota DPRD periode 2014-2019. Adapun yang sudah mengembalikan adalah Ketua Badan Legislasi Lilik Trihandoko, Ketua Badan Kehormatan (BK) Suwarsa, Wakil Ketua DPRD M. Achadi. Sementara Mulyono tidak memperinci siapa saja yang belum megembalikan mobdin tersebut. “Masih ada yang dipinjam. Di antaranya, Wakil Ketua DPRD Sad Priyo Putro, rencananya akan mengembalikan pada 3 September (kemarin, Red),” katanya.Mobdin yang dibawa wakil rakyat tersebut, sebagian besar berjenis Isuzu Panther. Kecuali ketua DPRD, mobdin yang dipakai adalah Toyota Innova dan Honda Accord. Mengacu pada halaman website resmi DPRD Kabupaten Magelang, Komisi A diKetuai Sunarno, Ketua Komisi B Sawoyo, Ketua Komisi C Sukur Akhadi, dan Ketua Komisi D Mashari.
Selain mobil dinas, para wakil rakyat periode lama juga belum mengembalikan invetaris berupa laptop. Hampir sebagian besar laptop yang dipinjamkan belum dikembalikan ke Sekretariat Dewan. Laptop masih dibawa pimpinan dan anggota DPRD. Secara keseluruhan, laptop komisi dan pimpinan ada delapan unit. Dari para anggota dewan, yang sudah mengembalikan laptop trsebut adalah Ketua DPRD Saryan Adi Yanto dan Wakil Ketua DPRD M Achadi. “Masih ada sekitar enam laptop yang belum dikembalikan,” ungkapnya.Ia berjanji, kalau belum ada yang mengembalikan dalam waktu dekat ini, ia segera menagihnya. Memang, Sekretaris Dewan memberikan kelonggaran waktu terakhir pengembalian fasilitas negara pada 20 September mendatang. Mulyono berjanji berusaha maksimal agar pada batas waktu itu sudah dikembalikan. “Kami sudah menyurati seluruh anggota dewan sebelum pelantikan 26 Agustus lalu. Semua disurati agar mengembalikan bila ada yang pinjam. Dalam waktu dekat atau awal bulan ini akan disurati lagi. Karena invataris itu merupakan milik pemerintah. Bila ada yang hilang, tetap ditagih,” tegasnya.
Salah satu anggota DPRD terpilih Hibatun Wafiroh menyatakan, seharusnya mobdin dikembalikan terakhir pada 3 September (Rabu kemarin, Red). Itu sesuai surat yang dkirimkan dari Sekwan, beberapa waktu lalu. “Ya secara moral dan etika, semestinya harus dikembalikan. Karena tidak ada hak untuk menggunakanya,” tegas Hibatun.Menurut politikus PKB ini, semestinya mobdin dikembalikan sebelum pelantikan pada 26 Agustus lalu. Alasannya, hak, tugas, dan tanggung jawabnya sudah selesai. Jika diberi tenggang waktu hingga 3 September, sebetulnya sangat ditoleransi dengan baik. “Sesungguhnya, mobil dinas untuk menunjang kinerja dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” katanya.(ady/hes)

Magelang