MAGELANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang mulai membentuk fraksi, pascapelantikan pada 13 Agustus 2014. Rencana pembentukan fraksi ini sempat tertunda seminggu.Penundaan terjadi, tidak lepas dari status pimpinan dewan saat ini, HY Endi Darmawan dan Titik Utami masih sementara alias belum definitif. Setelah tujuh orang perwakilan dewan berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akhirnya mereka memantapkan diri segera membentuk fraksi.”Kami masih dihantui perasaan, status pimpinan dewan masih sementara. Saat ini, bersepakat membentuk embrio fraksi, yang sewaktu-waktu langsung akan ditetapkan pascapelantikan pimpinan dewan definitif,” kata Ketua Sementara DPRD Kota Magelang HY Endi Darmawan kemarin (1/9).
Rapat pembentukan fraksi sudah digelar Senin (1/9). Dewan menyepakati bakal ada enam fraksi untuk periode kali ini. Jumlah fraksi periode ini lebih banyak dibanding periode lalu, yang hanya lima fraksi.”Kami bakal membentuk enam fraksi. Yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKS, dan Fraksi Demokrat yang ditambah dua anggota dewan dari PKB yang ikut bergabung. Kemudian, dua fraksi yang juga merupakan fraksi gabungan. Yakni Fraksi Amanat Indonesia Raya, gabungan anggota dewan dari PAN dan Partai Gerindra. Kemudian satu lagi fraksi yang merupakan gabungan anggota dewan dari Partai Nasdem dan Partai Hanura,” paparnya.Dikatakan, pada minggu lalu, pimpinan dewan sementara bersama-sama lima orang perwakilan dari partai-partai pemenang pemilu di Kota Magelang bertemu dengan Kemendagri. Hasilnya, pembentukan alat kelengkapan dewan untuk tingkat kabupaten atau kota tidak terpengaruh Undang-Undangan (UU) MD3. Melainkan tetap mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan DPRD. Sehingga tiap partai yang memiliki keanggotaan dewan minimal tiga orang, diizinkan mendirikan fraksi sendiri.Ditambahkan pria yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Magelang, kendati embrio fraksi telah terbentuk dan tidak berubah, mereka butuh waktu ditetapkan. Yakni, setelah unsur pimpinan ditetapkan definitif.”Penetapan fraksi menunggu pimpinan dewan ditetapkan definitif,” tegasnya.
Sementara itu, DPC Partai Demokrat Kota Magelang belum menunjuk nama terkait jatah kursi wakil ketua DPRD periode 2014-2019. Mengingat secara suara, partai berlambang mercy jauh lebih banyak dibanding PKS, yang sama-sama mempunyai tiga kursi di dewan. Yakni Waluyo, Ari Purnomo, dan Dian Mega. Untuk menentukan calon pimpinan dewan, mereka menjalani fit and proper test. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang Muh Hasan Suryoyudo mengatakan, uji kelayakan dan kepatutan merupakan upaya partai, agar mekanisme perebutan kursi dilakukan secara fair play.”Kami mencoba fair play. Adanya tes ini juga menjadi upaya agar tidak ada preseden like or dislike,” katanya.Ketiga anggota DPRD dari Partai Demokrat ini diuji langsung oleh tiga orang. Antara lain, Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Sukawi Sutarip, Ketua DPC Kota Magelang Muh Hasan Suryoyudho, dan pihak akademisi, yaitu Eny Oerbawati dari Untidar Magelang.
Tujuan lain kegiatan ini adalah mengetahui kapasitas, kapabilitas, loyalitas, serta dedikasi anggota dewan terpilih dari Partai Demokrat.”Hasil tes ini nanti akan dimintakan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat. Tentu selain objektif, penilaian ini menunjukkan partai kami menjalankan pertimbangan politis,” tegasnya.Sementara itu, anggota DPRD Kota Magelang dari Partai Demokrat Dian Mega Aryani mengaku ditanya seputar pemahaman terhadap partai oleh penguji. Selain itu, ada pertanyaan menyangkut tugas dan implementasi sebagai wakil rakyat. “Secara umum tes ini menunjukkan Partai Demokrat bersikap fair. Karena penilaian dan rekomendasi langsung dari pusat. Jadi, kami serahkan saja dari hasil tes ini,” katanya.Rencananya, hasil uji kelaikan langsung diusulkan ke DPP Partai Demokrat. Namun, belum bisa dipastikan kapan usulan nama wakil ketua DPRD Kota Magelang dari partai bentukan SBY tersebut.(dem/hes)

Magelang