MAGELANG – Karnaval Pembangunan Mobil Hias Kota Magelang kemarin berlangsung sangat meriah. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang jalan di kota Magelang yang dilalui peserta karnaval. Kegiatan dalam rangka HUT ke-69 Kemerdekaan RI itu diikuti 103 kontingen, dari atas kategori pemerintah/Polri/TNI, sekolah maupun umum/swasta/BUMN/BUMD/ormas. Kegiatan ini juga dimeriahkan 18 grup marching band dan puluhan kesenian tradisional.
“Iya, dalam karnaval kali ini kita memang ingin memberi hiburan kepada masyarakat, sekaligus menggali kesenian tradisional. Sehingga selain menghadirkan ratusan mobil hias, juga ada kesenian tradisional yang ditampilkan,” kata Ketua Panitia Karnaval Joko Suparno kemarin.
Pria yang kesehariannya menjabat Kepala Bappeda Pemkot Magelang ini menambahkan, dalam kegiatan tersebut ada 139 mobil hias yang ditampilkan. Ditambah 564 kendaraan roda dua dan melibatkan pula 60 sepeda onthel.
“Kalau orangnya yang terlibat tercatat ada 1.851 orang. Dengan personel yang tidak tercatat, ya bisa di atas 2.000 orang,” tuturnya.
Seperti biasa kegiatan tersebut dibuka dengan Barisan Paskibraka yang beberapa waktu lalu menunaikan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada Upacara HUT Kemerdekaan di Lapangan Rindam IV/Diponegoro. Kemudian disusul enam BUMD Kota Magelang yang menampilkan mobil tua dengan penumpang beberapa wanita cantik.
“Enam BUMD jadi satu tema, makanya kita bareng-bareng. Meski mobil hiasnya berbeda-beda, sesuai karakteristik BUMD masing-masing. Seperti BUMD Bank Magelang dengan tema gajah dan kami dari Kiai Langgeng dengan satwa dan taman bunga,” kata Direktur Kiai Langgeng Edi Susanto sebagai Koordinator Pimpinan BUMD.
Karnaval menempuh rute mulai dari kompleks Rindam IV/Diponegoro, menuju Jalan A Yani, Alun-Alun, Jalan Pemuda, Jalan Tidar hingga Jalan Tentara Pelajar. Ketika rombongan memasuki Jalan A Yani atau tepatnya di Alun-Alun Timur, peserta secara berurutan menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan yang dihadiri Wali Kota Sigit Widyonindito beserta forum pimpinan daerah (Forpimda). Di sini setiap peserta diperbolehkan menampilkan pertunjukan masing-masing di depan dengan durasi maksimal dua menit.
Mobil-mobil hias itu dilombakan sesuai tiga kategori di atas dengan penilaian meliputi keserasian tema dengan hiasan kendaraan, kualitas hiasan, kreativitas dan harmonisasi kendaraan. Masing-masing kategori diambil juara 1-3, yang akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan. Juri sengaja disebar di beberapa titik dengan dikomandani Papa Riyadi dari kalangan pendidik, Agus Satiyo Haryadi dan Didin Saefudin (pemerintahan), serta Buang Warsito dan Muhammad Nafi (Dewan Kesenian).
“Bagi peserta yang tidak melewati rute yang ditentukan, akan dikurangi nilainya oleh dewan juri. Itu sudah kesepakatan awal,” tegas Kabag Humas Protokol dan Santel Pemkot Magelang Sutomo Hariyanto.
Hingga berita ini ditulis tadi malam, tim juri belum memutuskan siapa juara masing-masing kategori. Kegiatan karnawal diteruskan dengan atraksi barongsai Lio Hok Bio dan pesta kembang api pada malam harinya. (dem/laz)

Magelang