MAGELANG – Relawan pendukung Jokowi-JK yang tergabung dalam Seknas Kota Magelang melakukan syukuran atas terpilihnya pasangan nomor urut 2 menjadi presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 9 Juli 2014. Mereka melakukan sujud syukur dan potong rambut hingga gundul. Tidak hanya anggota, pengurus Seknas juga melakukannya.Sebelum melakukan syukuran, mereka memantau rekapitulasi KPU Pusat melalui acara nonton bareng melalui giant screen. Massa Seknas berkumpul di sekretariat Jalan A Yani Nomor 71 Kota Magelang sejak pukul 14.00. Berdasar perhitungan, KPU bakal merampungkan rekapitulasi pukul 16.00.”Faktanya, hingga pukul 17.00, masih ada dua provinsi yang belum diselesaikan perhitungannya. Yakni Papua Barat dan Sumut,” kata Ketua Seknas Kota Magelang Setyo Rahardjo kemarin (23/7).
Beberapa massa membubarkan diri. Mereka kembali berkumpul di sekretariat pukul 20.30, usai buka puasa. Mereka menunggu pengumuman resmi KPU.Pukul 21.30, saat KPU mengumumkan pasangan Jokowi -JK memenangkan pilpres dengan 53, 15 persen, mereka langsung melakukan sujud syukur di halaman sekretariat. Dpimpin Koordinator Seknas Magelang Tengah Tridjoko Minto Nugroho menyanyikan lagu Indonesia Raya.”Ini kemenangan rakyat. Kemenangan untuk Indonesia Raya,” tegas Tridjoko.Tridjoko melakukan ritual potong rambut pada beberapa pengurus Seknas. Di antaranya, Ketua Seknas Setyo Rahardjo, Kabid Organisasi Seknas Budi Nurcahyanto, Sekretaris Magelang Tengah Atang, dan lainnya. Disusul belasan relawan lain.”Kami ada acara syukuran lainnya. Yakni penjualan sembako murah,” papar Setyo Rahardjo.
Dikatakan pria yang akrab disapa Tiyok ini, semula relawan merencanakan menyembelih sapi dan kambing. Karena ada intruksi agar tidak melakukan acara pengumpulan massa, dana dialihkan ke sembako. Rencananya bakal ada tiga titik penjualan sembako murah. Yaitu, Sub Terminal Kebonpolo, Jalan Jenggolo, dan Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Magelang di Kampung Magersari.”Yang bisa membeli sembako murah, mereka yang sudah punya kupon,” katanya.Seknas tidak dibubarkan pascaperhitungan KPU. Mereka tetap akan ada untuk menjadi mitra kritis pemerintah.”Seknas di Kota Magelang tidak dibubarkan. Kami menjadi mitra kritis pemerintah,” kata Tiyok.(dem/hes)

Magelang