MAGELANG– Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang memperingati Hari Bhakti Adyaksa (HBA) secara sederhana dan khidmat. Apalagi masih dalam suasana Ramadan.Berbagai kegiatan digelar pada ulang tahun ke-54 HBA yang jatuh kemarin (22/7). Mulai bakti sosial, buka bersama, upacara, hingga ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito didampingi Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) menyempatkan diri mengucapkan selamat dan bersilaturahmi ke kantor Kejaksaan yang ada di Jalan Veteran Nomor 9.”Iya, usai upacara Hari Bhakti Adyaksa, beliau (wali kota, Red) datang bersama Forpimda mengucapkan selamat,” kata Kajari Magelang Tri Retno Sundari SH kemarin (22/7).
Dikatakan, sebelum menggelar upacara, kejari mengadakan bakti sosial ke Panti Asuhan Muhammadiyah Ganten, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan pada 16 Juli. Di sana, Korps Adyaksa ini memberi bantuan beras, mi instan, minyak goreng, dan lainnya. Dilanjutkan pada 21 Juli diadakan buka bersama. Kegiatan ini melibatkan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Magelang.”Pada HBA tahun ini, kami berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Prinsipnya, kami akan berguna jika mampu berguna bagi orang lain,” papar perempuan yang pernah menjabat Kajari Banjarpatoman (Jabar) ini.
Dalam upacara memperingati HBA ke-54, Kejari Magelang membacakan sambutan Jaksa Agung RI Basrief Arief. Di mana, insan Adyaksa diminta tetap profesional di bidang hukum. Termasuk upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat pada lembaga tersebut. Pada ulang tahun kali ini diangkat tema Kita Kobarkan Semangat dalam Pengabdian kepada Masyarakat untuk Memberikan Rasa Keadilan.”Masih banyak keberhasilan yang dilakukan kejaksaan dari pada kesalahannya,” tegas Retno.Retno mengaku sepakat dengan upaya Kejagung mengembalikan citra lembaga di mata masyarakat. Karena itu penting dalam upaya penegakkan hukum dan demokrasi di negara Indonesia.”Janganlah karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Bagaimanapun kejaksaan banyak berbuat untuk bangsa dan negara dalam penegakkan hukum. Jangan karena oknum yang tidak bertanggung jawab, lembaga secara keseluruhan dianggap jelek. Masyarakat harus pandai memilahkan persoalan,” katanya.
Retno menegaskan tidak lagi bicara target. Melainkan optimalisasi kejaksaan mengungkap kasus korupsi.”Kami fokus penyelidikan adanya dugaan kerugian negara dalam pembangunan Pasar Rejowinangun. Kami juga sedang tuntaskan kasus dugaan korupsi dalam pembangunan pergola di depan SMPN 7. Termasuk penuntutannya,” kata perempuan yang pernah menjabat di Biro Perencanaan Bidang Pembinaan Kejagung.Pada kunjungannya ke kejaksaan, wali kota dan rombongan sempat melihat foto yang dipajang di gedung tersebut. Terutama foto para kajari yang pernah menjabat di Magelang.(dem/hes)

Magelang