MUNGKID – Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang memastikan ruas jalan yang diperbaiki bisa dilalui usai Ramadan. Saat Lebaran nanti, semua jalur yang rusak lebih nyaman dilewati karena sudah diperbaiki.Kepala DPU ESDM Kabupaten Magelang Sutarno meminta kontraktor membersihkan material yang menumpuk di badan jalan pada waktu yang ditentukan. Ini agar pengguna jalan lebih leluasa melewati ruas jalan.”Kami layangkan surat agar H-7 dan H+7 material yang menumpuk di jalan harus bersih. Tidak boleh ada yang menumpuk di badan jalan,” tegas Sutarno Jumat (18/7).
Menurut Sutarno, permintaan pembersihan material untuk memberi kesempatan bagi pengguna jalan. Pembersihan sisa material agar memperlancar arus jalan selama Lebaran. Sutarno menjelaskan, pihaknya memperbaiki jalur alternatif sekaligus jalur evakuasi dalam waktu dekat. Perbaikan dilakukan sepanjang dua kilometer di Kecamatan Muntilan, Dukun, Salam, dan Ngluwar. Perbaikan dengan sistem overlay itu dilakukan untuk memperlancar arus mudik selama Lebaran. “Perbaikan itu menelan anggaran Rp 2 miliar dari APBD 2014,” jelasnya.
Dua ruas jalan yang mendapat perbaikan dengan sistem overlay adalah ruas Jalan Semen-Ngluwar. Jalan itu menghubungkan Kecamatan Ngluwar dan Salam. Serta ruas Muntilan-Talun, yang menghubungkan Kecamatan Dukun dan Muntilan.”Dua ruas jalur tersebut masing-masing akan di-overlay sepanjang 1 kilometer. Di mana, di ruas jalan tersebut banyak lubang dan rusak,” jelasnya.Pengerjaan overlay di ruas jalur dilakukan pada pekan ini. Ia yakin pengerjaan overlay hanya memakan waktu dua hari. Adapun perbaikan permanen jalur dilakukan setelah Lebaran. Pihaknya terus melakukan tambal sulam termasuk beberapa jembatan yang juga diperbaiki.”Kerusakan ruas jalan disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, faktor manusia dan cuaca. Faktor manusia yang menyebabkan kerusakan jalan karena banyak truk galian C yang melintas over tonase. Sementara, aspal yang mengelupas disebabkan factor cuaca,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang meminta pengelola truk pengangkut pasir dari Gunung Merapi menghentikan operasional rutin. Yakni, mulai H-7 hingga H+7 Lebaran 2014. Semua truk pasir tidak beroperasi agar tak mengganggu kelancaran arus mudik dan balik.Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Ismu Kuswandari mengatakan setiap Lebaran, Kabupaten Magelang menjadi tempat tujuan memanfaatkan liburan dengan berwisata. Beberapa lokasi wisata itu, di antaranya Candi Borobudur dan Bukit Ketep.(ady/hes)

Magelang