MUNGKID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magelang belum mengetahui adanya sekolah yang kekurangan murid. Disdikpora mengaku belum menerima laporan adanya kekurangan siswa pada sekolah yang berada di daerah pinggiran.Sekretaris Disdikpora Kabupaten Magelang Mushowir menyatakan, sekolah di Kabupaten Magelang belum melaporkan hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sesuai tahapan, laporan PPDB untuk sekolah dasar melalui unit pelaksana teknis (UPT) Disdikpora kecamatan. “Mungkin setelah Lebaran, baru dilaporkan ke dinas. Termasuk laporan penggunaan dana BOS dan lain-lain,” kata Mushowir kemarin (18/7).
Meski begitu, Mushowir tidak menampik adanya sekolah yang kekurangan siswa baru. Salah satunya SDN 2 Krasak di Kecamatan Salaman. Minimnya pendaftar siswa baru di SD tersebut hampir terjadi setiap tahun. “Di sana (SDN 2 Krasak, Red) termasuk wilayah dengan jumlah masyarakat dan siswa yang sedikit. Berbeda dengan wilayah SDN Krasak 1. Tahun-tahun lalu, kondisinya hampir sama,” paparnya.Dijelaskan, Disdikpora sebelumnya melakukan sosialisasi ke masyarakat, terkait PPDB. Diharapkan masyarakat yang memiliki anak siswa sekolah dasar bisa mendaftar ke sekolah terdekat. Untuk sekolah-sekolah yang minim pendaftar, dimungkinkan mulai bertambah saat kegiatan belajar-mengajar dimulai.
“Kemungkinan jumlah pendaftar sekolah yang masih sedikit karena bersamaan bulan Ramadan. Biasanya nanti sekolah akan melakukan aksi jemput bola mencari atau mendaftar siswa,” jelasnya. Kepala SD Negeri Krasak 2 Salaman Nuryanto mengungkapkan, pada PPDB lalu, jumlah muridnya minim. Sesuai standar pelayanan minimal (SPM), seharusnya jumlah murid sebanyak 32 anak per kelas. “Pada awal masuk kegiatan belajar-mengajar hanya mendapat 10 anak per kelas,” kata Nuryanto. Ia meneruskan, peserta didik baru yang diperoleh melalui pendaftaran yang dibuka sejak 23 hingga 28 Juni lalu hanya empat murid baru. Berkat upaya sekolah menyisir dusun di sekitar sekolah, pada hari pertama tahun ajaran yang dimulai Senin (14/7) berhasil memperoleh 10 murid baru. Seluruhnya dari rumah tangga dan bukan lulusan taman kanak-kanak (TK). “Kami akan menyisir dusun-dusun di sekitar sekolah,” katanya. Disebutkan, dari 10 murid baru tahun ini, satu siswa berasal dari Dusun Singonalan, Desa Krasak. Sembilan lain merupakan warga Dusun Jambean, Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman. Pihak sekolah akan menyisir dusun terdekat dengan SD Krasak 2, yakni Dusun Gesing. Harapannya, jumlah murid baru bisa bertambah.Sulitnya mendapatkan murid baru lantaran letak sekolah di Bukit Menoreh tersebut jauh dengan rumah penduduk jauh. Sedangkan sekolah terdekat adalah SD Negeri Krasak 1 yang ada di Jalan Raya Magelang-Purworejo.(ady/hes)

Magelang