MUNGKID – Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Presiden (Presiden) 2014 diwarnai kritikan.Rapat yang digelar di GOR Gemilang itu, salah satu saksi dari pasangan nomor urut satu M Arwan Rosyadi mengkritik kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang. Ini terkait adanya temuan berita acara di beberapa desa di Kecamatan Pakis yang tidak lengkap.Selain itu juga terdapat empat desa yang melakukan rapat pleno tidak secara prosedural. “Pada berita acara D1, kami menemukan tidak ada tanda tangan. Tapi hanya paraf saja dan ada bekas di tip-ex,” kritik Arwan di hadapan ratusan tamu undangan yang hadir kemarin (16/7).
Menurut Arwab, ada empat desa di Kecamatan Pakis yang melakukan rapat pleno tidak pada hari yang seharusnya djadwalkan. Empat desa tersebut melakukan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di tingkat PPS pada 9 Juli. Seharusnya, baru dilaksanakan 10 Juli. Memang, akhirnya rapat itu diulang sesuai dengan jadwal tahapan pada 10 Juli. “Perolehan suara tidak mengalami masalah, meski sempat terjadi rapat kembali,” papar Arwan.Ketua KPU Kabupaten Magelang Afiffudin mengatakan, jika semua permasalahan itu sudah diselesaikan. Yakni meminta panitia pemilihan suara (PPS) melakukan rekapitulasi ulang pada 10 Juli.”Setelah kami mendapatkan laporan itu, langsung kami tindaklanjuti dengan meminta mereka melakukan rekapitulasi ulang. Sedang rekapitulasi yang sudah dilakukan sehari sebelumnya, kami anggap tidak ada,” jelas Affif, sapaan akrab Affifudin.
Usai dikritik, rapat pleno sempat terhenti. Tidak lama, setelah ada penjelasan dari ketua KPU, rapat kembali dilanjutkan.Selain Bupati Magelang, rapat juga dihadiri Kapolres, Dandim 0705 Magelang, Kepala Kejaksanaan Negeri (Kejari) Mungkid, dan Ketua Pengadilan Negeri (PN), serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Magelang.Hasil rapat tersebut, pasangan Capres Jokowi-JK mengungguli pasangan Capres Prabowo-Hatta di 17 kecamatan dari total 21 kecamatan. Prabowo-Hatta unggul di 4 Kecamatan, yakni Mungkid, Mertoyudan, Srumbung, dan Bandongan. Secara prosentase, pasangan Jokowi-JK memperoleh 54,12 persen suara. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta mendapat 45,88 persen suara.Jumlah suara sah pada pilpres lalu sebanyak 752.863 suara. Untuk surat suara rusak atau tidak sah mencapai 15.048 suara.
“Pasangan Jokowi-JK memperoleh suara sebanyak 407.458. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta sebanyak 345.405 suara,” jelas Afif.Menurut Afif, secara keseluruhan pelaksanaan pilpres dan penghitungan perolehan suara berjalan dengan lancar. Karena hasil antara berita acara di dalam kotak suara yang dibacakan KPU sama dengan berita acara yang dipegang saksi dan Panwaslu. “Tahap selanjutnya, kami akan memasukkan berita acara hasil rapat pleno hari ini ke kotak suara bersegel. Kemudian dikirim ke KPU Provinsi Jawa Tengah. KPU Provinsi nantinya akan memplenokan kembali pada 18 Juli mendatang,” katanya.(ady/hes)

Magelang