MAGELANG -Upaya penyelamatan klub sepakbola kebanggaan masyarakat Magelang, yaitu PPSM Magelang akhirnya dimulai. Salah satunya dengan penggalangan dana. Seperti yang dilakukan Wadah Suporter PPSM, Simolodro. Pada final Piala Dunia 2014, Minggu malam (13/7), mereka mengadakan Meet and Great di The Palace Cafe, Cacaban, Kota Magelang.”Cara yang bisa kami tempuh menyelamatkan PPSM agar tetap bisa bertanding dalam empat laga sisa,” kata Ketua panitia Samsuri.Pria yang pernah dua periode menjabat Presiden Simolodro ini berharap, PPSM lebih disengkuyung semua pihak. Sisi lain, soal prestasi juga tetap bisa dipertahankan agar tidak terdegradasi.”Prestasi musim ini cukup bagus. Tinggal dipertahankan. Lebih dari itu, untuk pertandingan sisa, mohon agar publikasi lebih banyak dan jauh-jauh hari. Juga mau njawil pihak-pihak yang ada,” pintanya.
Pada kegiatan yang didukung perusahaan rokok dan telekomunikasi tersebut, para suporter menjual stiker dan kaos yang bertuliskan “Save PPSM”. Juga diadakan lelang Jersey timnas dan PPSM. Karena hujan, acara jadi kurang maksimal.”Kaos Save PPSM dijual Rp 100 ribu per buah. Untuk stiker, kami jual Rp 10 ribu sejumlah tiga buah. Semua hasil, setelah dipotong ongkos produksi, akan disumbangkan ke PPSM,” papar Rully Ardianan, salah satu Presiden Simolodro.Selain Rully, juga hadir presiden lainnya. Seperti Nur Sulistiawan, Slamet Riyanto, dan Yani. Mereka bergabung bersama pentolan suporter lainnya. Seperti Acus, Indri, Wulan, Lukas, dan lain-lain. Para suporter sepakat menyelamatkan PPSM dengan segala cara.”Penyelamatan PPSM adalah harga mati,” tegas Nur Sulistiawan.
Jajaran manajemen PPSM tidak mau kalah. Pada acara yang diisi hiburan dari Romance Band dan Happy Summer, Manajer Widarto hadir didampingi Kusmartono dan Zainal Arifin. Sementara pemain yang terlihat hanya Rene Martinez.”Kami sepakat, penyelamatan PPSM adalah harga mati. Bagaimanapun manajemen akan bertanggung jawab terhadap tim. Hanya, para pemain dan pelatih juga harus paham situasi dan kondisi. Saat ini merupakan transisi dari pendanaan APBD menuju industri sepak bola. Semua harus berproses dulu,” ungkap Widarto.Terhadap upaya penggalangan dana tersebut, manajemen mengaku salut dan haru. Mereka tidak melihat sisi hasil saja, tetapi semangat kebersamaan mempertahankan PPSM agar tetap berkompetisi.”Dukungan semua pihak, terutama suporter seperti Simolodro merupakan kunci dalam industri sepak bola. Kami terharu dengan dukungan ini. Semoga memacu dukungan pihak lain pada PPSM,” ungkap Widarto.
Widarto mengaku semua pemain dan pelatih siap bermain. Hanya, untuk Ramadan ini ada kendala teknis berkumpul dan berlatih. Sehingga manajemen mengagendakan bertemu usai Lebaran dan mulai latihan bersama.”Juga latih tanding sebagai pemanasan jelang pertandingan resmi,” katanya.(dem/hes)

Magelang