MUNGKID – Menjelang bulan suci Ramadan, stok gas LPG ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Magelang bertambah. Sebelumnya, kuota gas yang sering disebut gas melon di Kabupaten Magelang sebanyak 640.120 tabung per bulan. Kini, naik menjadi 716.800 tabung per bulan. Penambahan stok gas melin tidak hanya dilakukan di Kabupaten Magelang saja. Melainkan juga di beberapa daerah lain. “Penambahan kuota sendiri rutin diberikan setiap tahun oleh Pertamina,” kata Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang Anang Kusbandiyarto kemarin (26/6).Menurut Anang, Pertamina mengeluarkan kebijakan penambahan jatah kuota gas melon untuk menyikapi penambahan permintaan konsumen yang dipastikan terjadi menjelang, selama, dan setelah bulan Ramadan atau pada Hari Raya Idul Fitri. “Penambahan kuota sebenarnya menghindari adanya kelangkaan gas di tengah permintaan yang meningkat,” tegasnya.
Ia melanjutkan, sejauh ini harga gas LPG 3 kg mengalami kenaikan dari yang seharusnya. Sesuai Peraturan Menteri Nomor 28 Tahun 2008 tentang Harga Jual Elpiji Ukuran 3 kilogram, harga eceran tertinggi (HET) sampai di tangan konsumen seharusnya sebesar Rp 12.750. Tetapi, yang terjadi dilapangan jauh berbeda. Harga gas mampu mencapai Rp 18 ribu per tabung di tangan konsumen. Harga itu ternyata bertahan dan tidak kunjung turun. Terutama setelah adanya kebijakan Gubernur Jawa Tengah yang menyatakan harga eceran dari pangkalan sebesar Rp 14 ribu. “Memang belum ada surat edarannya. Tapi kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak Mei lalu,” paparnya.
Dari hasil rapat yang sempat dilaksanakan, harga Rp 14 ribu muncul setelah melalui beberapa perhitungan dan beberapa pertimbangan. Yakni harga dari Pertamina ke agen sebesar Rp 11.500 yang ditambah keuntungan untuk agen sebesar Rp 1.250 menjadi Rp 12.750 sampai ke pangkalan. Sementara, pangkalan akan diberikan keuntungan sebesar Rp 1.250. Sehingga harga eceran dari pangkalan sampai ke konsumen dipatok Rp 14 ribu. “Yang terjadi di lapangan, harga mampu mencapai Rp 19 ribu di daerah pinggiran. Kami tidak bisa melakukan tindakan apa- apa. Karena kewenangan hanya sebatas mengawasi. Yang bisa menindak hanya Pertamina,” ungkapnya.Pengamatan koran ini, harga gas melon di daerah pinggiran seperti Desa Margoyoso Kecamatan Salaman berkisar Rp 18 ribu –Rp 19 ribu. Harga itu sudah di tangan konsumen. Biasanya, warga yang menjual kembali, membeli dari agen maupun pengepul di kisaran Rp 17 ribu.
“Itu pun belum tentu di agen ada. Saya harus menunggu 1 – 2 hari untuk mendapatkan gas. Saya berharap pihak terkait segera turun tangan menangani naiknya harga gas 3 kg. Karena harga gas Rp 16 ribu sudah memberatkan kami, apalagi naik menjadi harga Rp 19 ribu,” kata Wuryadi, warga Margoyoso.(ady/hes)

Magelang