MUNGKID – Kekhawatiran saat soal Sabo dam Oprit Srowol dilalui truk terbukti. Sabo dam oprit yang melintang di Sungai Pabelan rusak saat ada truk pengangkut pasir memaksa meliwatinya.Saat kejadian, warga sempat mengingatkan sopir truk pasir agar tidak melintas sungai di perbatasan Desa Adikarto Kecamatan Muntilan dan Desa Progowati Kecamatan Mungkid tersebut. Keterangan yang dihimpun koran ini, truk mencoba melintas sabo dam oprit pda malam hari. Portal pengaman yang dipasang di jalan masuk sabo dam sempat ditabrak. Namun, warga yang mengetahui langsung melarang dan memhentikan laju truk. Akhirnya, truk tersebut memutar balik.
“Saat itu, ada truk bermuatan pasir yang nekad menerjang portal. Padahal, tinggi dan lebar portal tidak cukup dilewati truk,” ungkat seorang penduduk setempat yang tidak mau disebut namanya kemarin (19/6).Saat kejadian, beberapa orang berusaha mengingatkan. Pengemudi truk diminta tidak meneruskan truknya dan memutar balik. Portal mengalami kerusakan.”Warga khawatir, portal sebelah barat juga rusak. Warga takut, jika kedua portal nanti rusak, arus lalu lintas galian C akan bebas melewatinya. Padahal, kontruksi jembatan di atas sabo dam tidak untuk angkutan galian C,” imbuhnya.
Terpisah, Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kabupaten Magelang Sigit Santosomengaku, sudah menerima laporan dari warga soal kerusakan portal pengaman sabo dam oprit itu. Bersama petugas Dinas Pekerja Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Sigit mengakui sudah mengecek kondisi di lapangan. “Ternyata benar, portal sebelah timur sudah rusak. Untuk sebelah barat, kondisinya juga sudah rusak meski tidak separah yang sebelah timur,” kata Sigit.Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengendali Lahar Gunung (PLG) Merapi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Dwi Purwantoromenyayangkan kerusakan portal tersebut. Meski begitu, institusinya segera memperbaiki portal yang rusak.
Pada minggu ini, Dwi menegaskan akan memperbaiki. Namun, perbaikan sifatnya hanya sementara. “Baru nanti akan kami perbaiki secara permanen dengan mengganti portal dengan besi yang lebih kuat,” kata Dwi.Agar tidak terulang kembali, ia meminta warga setempat dan Pemerintah Kabupaten Magelang ikut menjaga portal. Karena jika sabo dam rusak, tidak hanya warga yang dirugikan. Pemkab Magelang juga ikut merasakan dampaknya.”Portal ini dibuat untuk mengamankan jembatan yang ada di atas sabo dam. Kami tegaskan lagi, kontruksi sabo dam hanya terbatas untuk kapasitas 6 ton ke bawah. Bukan untuk galian C atau angkutan lain di atas 6 ton,” katanya.(ady/hes)

Magelang