Keyakinan ini muncul, setelah Tim Penilai Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2014 dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia yang mengunjungi Kota Magelang. Saat itu, Ketua Tim Penilai Ir Rasman Ginting MSTr sempat memberikan bocoran pada orang nomor satu di wilayah dengan sebutan kota sejuta bunga ini.”Selamat buat Kota Magelang masuk nominasi penghargaan ini. Saya berharap komitmen kepala daerah agar terus menata transportasi publik secara berkelanjutan,” kata Rasman Ginting saat diterima di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumdin Wali Kota Magelang kemarin (18/6).
Rasman mengungkapkan, tim penilai telah melakukan observasi ke beberapa fasilitas transportasi. Seperti jalan, angkutan kota, angkutan pedesaan, taksi, halte, marka jalan, rambu lalu lintas, traffic light, hingga Terminal Tidar. Secara umum, kondisi fasilitas transportasi pubik di Kota Magelang sudah baik. Ini dilihat dari sejumlah jalan protokol yang mulus dan marka yang kondisinya masih cukup baik.”Begitu juga dengan beberapa trotoar bagi pejalan kaki yang berfungsi sangat baik,” ungkapnya.Selain itu, para awakangkutan juga mengenakan seragam yang menunjukan trayek yang dilalui.
“Saya apresiasi para awak angkutan di sini sudah memakai seragam yang menunjukan trayeknya. Daerah lain masih banyak yang belum melakukan hal ini. Kami berharap ini harus dipertahankan dan konsisten. Begitu juga kendaraan taksi, sudah bagus dilengkapi nomor taksi, identitas perusahaan, agro meter, dan pengemudinya juga mengenakan seragam,” paparnya.Menurut Rasman, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Di antaranya, masih ada beberapa rambu lalu-lintas yang belum dipasang pada tempatnya. Selain itu juga fasilitas pendukung terminal yang masih kurang. Seperti ruang khusus ibu menyusui, ruang khusus merokok, dan beberapa fasilitas umum (fasum) lainnya.”Juga masih ada pohon yang menutupi rambu tersebut,” katanya.
Tim penilai menyarankan pangkalan taksi dilarang mangkal di bahu jalan, tetapi dipindahkan ke mal, pusat belanja, rumah sakit, dan hotel.”Lomba ini bukan sebuah persaingan dengan daerah lain, melainkan tantangan bagi daerah bagaimana upaya menata transportasi dengan baik,” katanya.Wali Kota Sigit Widyonindito akan berupaya semaksimal mungkin membenahi berbagai fasilitas transportasi yang menurut tim penilai belum berfungsi dengan baik. Termasuk bakal digunakannya area traffic control system (ATCS) untuk memantau kemacetan dan kepadatan lalu-lintas kendaraan di beberapa titik. Apalagi teknologi penggunaan solar cell diterapkan pada sejumlah traffic light, untuk menghemat energi.
Sigit meneruskan, pemkot juga mengoptimalkan fungsi trotoar bagi pejalan kaki yang sebelumnya banyak digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL).”Kami berupaya membangun sistem transportasi publik yang baik di Kota Magelang. Kami merasa terbantu, atas partisipasi warga di sini yang tertib dan sadar dalam berlalu-lintas,” katanya.(*/hes)

Magelang