PURWOREJO – Proyek pelebaran Jalan Purworejo-Sibolong sejauh 2,8 kilometer sudah dimulai, kemarin (3/4). Tahap pertama, pelebaran ditandai pengerukan sisi-sisi jalan menggunakan bachoe kecil di timur Jembatan Bogowonto, Kelurahan Tambakrejo hingga Perempatan Cangkreplor.
Proses pengerukan memaksa pengguna jalan melambatkan laju kendaraan. Lantaran melintas hanya bisa satu jalur.
“Kami mohon maaf, karena ada kegiatan peningkatan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan,” kata Pengawas dari Bina Marga Jawa Tengah Edi Margono.
Edy mengungkapkan, pekerjaan yang dilakukan cukup panjang dan di awal penanganan. Pihaknya akan melakukan penggalian lubang di sisi jalan. Pelaksanaannya, usai dilakukan penggalian sepanjang 100 meter. Selanjutnya lubang ditutup kembali.
“Kami bekerja cepat, utamanya mengembalikan tanah yang telah digali. Setelah 100 meter, kami segera menguruknya dengan cor beton 250. Dengan kedalaman 30 meter, kondisinya tetap kuat,” ungkapnya.
Menurut Edy, pada kanan-kiri jalan yang terkena pelebaran, masing-masing satu meter hingga selebar dua meter. Namun, Bina Marga tidak kaku menerapkan kebijakan tersebut.
“Bisa saja di sisi selatan kurang dari 1 meter, namun di sisi utara jalan harus lebih dari 1 meter. Yang penting, kenanya dua meter untuk pelebaran. Proses peningkatan Jalan Purworejo-Kaligesing tidak disertai pembebasan lahan, karena sisi jalan yang digali masih milik jalan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan dana senilai Rp 22,7 miliar untuk meningkatkan empat ruas jalan di Purworejo.
Proyek meliputi ruas Jalan Provinsi Kutoarjo – Bruno sepanjang 3 kilometer, Purworejo – Sibolong 2,8 kilometer, Maron – Kemiri 2,5 kilometer, dan Maron – Bener 3 kilometer. Empat proyek peningkatan jalan melalui proses lelang. Lama kontrak pengerjaan lima bulan, ditambah enam bulan pemeliharaan. Peningkatan Jalan Purworejo-Sibolong dinilai mendesak, lantaran jalan cukup padat kendaraan dan sempit. Ruas jalan tak sebanding populasi kendaraan yang bertambah banyak. Ini ditambah beberapa titik menjadi rawan kecelakaan.(tom/hes)

Magelang