PURWOREJO – Sedimentasi abu vulkanis letusan Gunung Kelud yang dikeruk dari selokan sejumlah titik ruas jalan protokol tak langsung diangkut pertugas kebersihan. Ini cukup menganggu pemandangan serta pernafasan, jika kembali tersapu roda kendaraan dan mencemari udara.
Pantauan Radar Jogja, tumpukan abu vulkanis Kelud masih tertumpuk dan mulai menguap ke udara di beberapa titik. Setelah dikeruk, tak langsung dimuat ke dalam karung. Praktis, pekerjaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui Bidang Kebersihan dan Pertamanan sia-sia.
Antok, 35, seorang warga mengaku terganggu dengan pemandangan itu. Ia berharap, tumpukan abu itu segera diangkut.
“Kalau sudah dikeruk dari selokan masa didiamkan. Ada lagi sudah dikemas ke dalam karung, percuma kalau tidak diangkut. Nanti kalau jebol petugas apa tidak kerja dua kali,” ujarnya, kemarin (27/2).
Menurut Antok, karung-karung di pinggir jalan itu juga mengganggu pemandangan kota. Hal itu juga membuat kesan Purworejo jorok dan tidak mengindahkan kebersihan.
“Seyogyanya instansi yang memiliki tugas membersihkan ya cepat tanggap dan tidak harus diperintah langsung bekerja. Masa sudah hampir dua minggu, belum bisa bersih semua,” harapnya.
Wakil Ketua DPRD Purworejo H Muh Dahlan SE mengungkapkan hal senada. Menurutnya, dinas terkait harusnya tanggap dan mengerahkan petugas pengangkut untuk memindahkan karung-karung abu vulkanis itu ke tempat yang ditentukan.
“Jika terlalu lama didiamkan menimbulkan kesan kurang baik dan pemkab dicap lamban dalam melakukan penanganan,” katanya.
Dikatakan Dahlan, masyarakat sudah kooperatif dan sadar mengikuti petunjuk pemkab untuk tidak membuang abu vulkanis ke dalam saluran dan menempatkannya ke dalam karung.
“Sekarang, karung-karung itu tidak segera diambil petugas,” ucapnya.
Dahlan menambahkan, berdasarkan pengamatan beberapa saluran yang tersumbat abu vulkanis telah dilakukan pengangkatan. Sayangnya, pengangkatan itu tidak ditindaklanjuti dan hanya diletakkan di atas saluran air.
“Kalau ada hujan lagi ya abu masuk ke dalam got lagi. Percuma diangkat dari saluran itu, belum lagi kalau terinjak roda kendaraan, polusi lagi,” imbuhnya.
Terpisah, Kabid Pertamanan dan Kebersihan DPU Purworejo Ir Mulyono menyatakan telah melakukan pengangkutan setiap hari. Namun tidak dilakukan serentak, lantaran keterbatasan personel.
“Setiap hari kami mengangkutnya dan dibawa ke lokasi yang ditentukan,” katanya.(tom/hes)

Magelang