Terdapat butik di sisi pintu masuk sebagai visual attractive. Gagasan ini berangkat dari kecintaan Listya Arda Susanti selaku owner terhadap dunia fesyen.
Menurut Tya, sapaannya, butik itu bisa membantuk promosi para perajin kain yang kesulitan untuk menjual batiknya.
“Waktu itu saya bantu menjualkan, justru bisa berjalan, tetap bangga lah pakai produk Indonesia supaya tidak tergilas modernitas," ungkapnya.
Dia berharap adanya tempat baru ini bisa membuat para pelaku start up, kaum muda, bahkan mahasiswa tetap nyaman beraktivitas.
“Tetap dinamis tapi tidak lupa bahwa kita punya kain tradisional yang harus dibudayakan," katanya.
Business Develpment Tiyasa Coworking Space Aji Bayu menambahkan, Tiyasa Coworking Space juga mengusung konsep by community. Melalui program kreatif tiap dua pekan bertajuk Tiyasa Wicara, diadakan talk show interaktif antarkomunitas.
“Tema dan topik beda-beda. Kami rolling satu komunitas dengan komunitas lain yang harapannya ada satu sesi, kami undang teman-teman yuk buat project bareng," jelasnya. (sky/tif) Editor : Editor News