Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Kemiskinan Absolut hingga Struktural: Jenis Kemiskinan dan Penjelasannya

Magang Radar Jogja • Senin, 23 Februari 2026 | 10:42 WIB

Beragam jenis kemiskinan yang dapat dipahami untuk menambah pengetahuan.
Beragam jenis kemiskinan yang dapat dipahami untuk menambah pengetahuan.

RADAR JOGJA - Kemiskinan kerap dipahami sebatas ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.

Padahal, dalam realitas sosial, kemiskinan memiliki beragam bentuk dan lapisan, mulai dari kemiskinan absolut hingga kemiskinan struktural.

Memahami jenis-jenis kemiskinan beserta karakteristiknya menjadi langkah penting untuk melihat persoalan ini secara lebih utuh dan mendorong solusi yang tepat sasaran.

Berbagai jenis kemiskinan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan kerap hadir bersamaan dalam kehidupan masyarakat.

Mulai dari kemiskinan absolut yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, kemiskinan relatif yang muncul akibat kesenjangan sosial, hingga kemiskinan struktural yang dipengaruhi oleh akses dan kebijakan, seluruhnya membentuk kompleksitas persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Kemiskinan tidak bisa dipandang sebagai satu kondisi tunggal.

Dalam praktiknya, kemiskinan memiliki beragam bentuk yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, budaya, hingga kebijakan.

Setiap jenis kemiskinan memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang juga beragam.

Berikut ini beberapa jenis kemiskinan yang umum dikenal dalam kajian sosial.

Kemiskinan Absolut


Kemiskinan absolut merujuk pada kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar paling minimum, seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Pada kondisi ini, keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama yang membuat individu kesulitan menjalani kehidupan layak.

Kemiskinan absolut umumnya diukur berdasarkan garis kemiskinan yang ditetapkan oleh negara.

Kemiskinan Relatif


Berbeda dengan kemiskinan absolut, kemiskinan relatif muncul ketika kondisi ekonomi seseorang tertinggal dibandingkan dengan masyarakat di sekitarnya.

Meskipun kebutuhan dasar masih dapat terpenuhi, kesenjangan sosial dan ekonomi menimbulkan rasa ketidaksetaraan.

Kemiskinan jenis ini kerap dipengaruhi oleh perbedaan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan fasilitas publik.

Kemiskinan Kultural


Kemiskinan kultural berkaitan dengan pola hidup, nilai, dan kebiasaan yang terbentuk dalam jangka panjang dan mempengaruhi kemampuan individu untuk keluar dari kondisi miskin.

Faktor seperti rendahnya pendidikan, minimnya literasi, serta sikap pasrah terhadap keadaan sering dikaitkan dengan jenis kemiskinan ini.

Namun, para ahli menekankan bahwa kemiskinan kultural tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan keterbatasan akses yang sudah berlangsung lama.

Kemiskinan Struktural


Kemiskinan struktural terjadi akibat sistem sosial, ekonomi, dan kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak kepada kelompok rentan.

Keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, serta bantuan sosial menjadi ciri utama kemiskinan jenis ini.

Faktor geografis, seperti tinggal di wilayah terpencil atau pedalaman, juga sering memperparah kondisi kemiskinan struktural.

Memahami berbagai jenis kemiskinan menjadi langkah awal untuk melihat persoalan ini secara lebih menyeluruh, bukan sekadar sebagai masalah ekonomi semata.

Setiap bentuk kemiskinan memiliki akar dan dampak yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang tepat dan berkelanjutan.

Tanpa pemahaman yang utuh, upaya pengentasan kemiskinan berisiko tidak menyentuh akar persoalan dan meninggalkan kelompok-kelompok yang paling rentan. (Salwa Caesy)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Jenis Kemiskinan #realitas sosial #kemiskinan #Kemiskinan Absolut #Struktural